Warga bantaran Anak Cisadane kembali diterjang banjir akibat aliran sungai tersumbat sampah TPA Cipeucang. Warga menilai pengelolaan sampah jadi penyebab utama.
Aktual Tangerang – Aliran Sungai Anak Cisadane kembali tersumbat longsoran sampah dari TPA Cipeucang. Kondisi itu memicu banjir berulang dalam tiga minggu terakhir.
Kristianto, warga bantaran sungai, menyebut banjir kali ini paling parah.
“Ini banjir terburuk sejak saya tinggal di sini,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Akibat longsoran TPA Cipeucang, arus sungai menjadi lambat karena tertutup sampah yang mengapung. Dan, setiap hujan turun, luapan air langsung masuk ke permukiman.
Kris menegaskan banjir bukan akibat curah hujan tinggi. “Pokok masalahnya sampah. Pengelolaannya tidak kooperatif,” kata Kristianto.
Ia menjelaskan air cepat surut karena alat berat dikerahkan saat banjir besar.
“Kalau tidak banjir, minta pengerukan itu susah,” ucapnya.

Kris mengaku melapor setiap hari ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk meminta pengerukan. Tanpa itu, banjir disebut bisa lebih parah.
Katanya, sejak awal musim hujan, kawasan itu sudah tergenang empat kali.
“Bakalan yang kelima kali nanti. Kalau hujan pasti banjir,” tegasnya.
Lanjut Kristianto, banjir merendam rumah, serta perabotan dan barang-barang usaha milik warga. Dia mengaku mengalami kerugian setelah stok kedelainya rusak. “Kurang lebih kerugiannya lima jutaan,” ungkap dia.
Tak hanya itu, sepeda motor, elektronik, dan kebutuhan rumah tangga juga ikut terendam.
Kris berharap pemerintah secepatnya memperbaiki pengelolaan sampah TPA Cipeucang.
“Ini bukan faktor alam. Ini faktor pengolahan sampah,” pungkasnya.
Meski terdampak, ia tetap bertahan sambil menunggu kesempatan pindah.









Leave a Reply