Sejumlah wilayah di Tangerang Raya mengalami peningkatan risiko bencana banjir akibat cuaca ekstrem. Tiga daerah, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangsel memetakan titik rawan dan menyiagakan sejumlah sarana mitigasi.
Aktual Tangerang – Wilayah Tangerang Raya mengalami cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Beberapa daerah tercatat memiliki kerawanan bencana cukup tinggi.
Berikut beberapa wilayah di Tangerang Raya yang rawan banjir selama musim hujan:
1. Kabupaten Tangerang
Wilayah tengah dan utara Kabupaten Tangerang menjadi area paling rawan bencana. Banjir dan angin puting beliung sering terjadi di wilayah ini saat cuaca ekstrem melanda.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyebut beberapa titik rawan banjir, yakni Curug, Binong, Balaraja, dan kawasan Pantura seperti Tanjung Burung.

Sementara, angin puting beliung kerap terjadi di wilayah Utara, khususnya Kronjo dan Pakuhaji.
BPBD telah menyiapkan 14 posko bencana untuk mempercepat respons di lapangan. Setiap posko mengawasi dua hingga tiga kecamatan sesuai tingkat kerawanan.
“Posko tersebut didirikan agar penanganan lebih cepat,” ujar Taufik.
2. Kota Tangerang
Kota Tangerang juga memetakan sejumlah daerah rawan bencana. Wilayah bantaran Kali Angke dan Kali Sabi menjadi fokus utama pemantauan.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menyebut beberapa titik kerap tergenang. Wilayah tersebut meliputi Kali Angke, Kali Wetan, Kali Serua, dan Bendung Sarakan Kali Cirarab.
Pemkot Tangerang telah menyiapkan pos pantau debit air di luar wilayahnya. Pos pantau dibangun untuk mengantisipasi banjir kiriman dari daerah hulu.
Titik pemantauan meliputi Batu Beulah Bogor, Tajur Bogor, dan Perumahan Mutiara Tangerang Selatan.
Perbaikan sistem pengendali banjir berlangsung secara bertahap di Kota Tangerang.
Pekerjaan mencakup penataan turap, normalisasi drainase, serta perawatan pintu dan pompa air.
“Kami bersiap menghadapi puncak musim hujan November hingga Februari,” jelasnya.
3. Kota Tangerang Selatan
Kota Tangerang Selatan memiliki tujuh kecamatan yang masuk kategori rawan bencana. BPBD mencatat 49 titik rawan banjir berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya.

Beberapa titik mengalami genangan terparah saat hujan intens mengguyur. Wilayah tersebut mencakup Pondok Maraharta, Taman Mangu, dan Kampung Bulak di Kecamatan Pondok Aren.
Banjir juga terjadi di Bukit Pamulang Indah dan Reni Jaya di Kecamatan Pamulang. “Rata-rata banjir surut dalam beberapa jam,” kata Kepala BPBD Tangsel, Sutang.
Namun beberapa titik membutuhkan waktu hingga 24 jam untuk surut.
Pemkot Tangsel membangun berbagai sarana pengendali banjir di sejumlah lokasi. Pekerjaan mencakup pembangunan tanggul, saluran, dan drainase di berbagai wilayah.
Dinas SDA Bina Marga juga menyiagakan mesin pompa air di banyak titik rawan.









Leave a Reply