Pesulap Pak Tarno kehilangan uang Rp100 juta akibat penipuan saat hendak membeli mobil pada 2012. Kini ia menangis minta uangnya dikembalikan untuk biaya berobat.
Aktual Tangerang – Nasib malang menimpa pesulap Pak Tarno. Ia menjadi korban penipuan dan kehilangan uang hingga Rp100 juta.
Pesulap berusia 75 tahun itu dikenal dengan jargon “Jadi Apa Prok Prok Prok”. Meski peristiwa terjadi sudah cukup lama, Pak Tarno kini muncul dan menangis meminta uangnya dikembalikan.
Kuasa hukum Pak Tarno, Hendro Widodo, mengungkap kronologi kasus penipuan yang dialami kliennya. Menurut dia, kejadian itu berlangsung pada tahun 2012 lalu. Saat itu, Pak Tarno berencana membeli mobil setelah mendapat tawaran dari seseorang yang kini diduga pelaku.
“Sekitar tahun 2012 Pak Tarno mau beli mobil, ditawarkan lewat pelaku,” kata Hendro, Rabu (29/10/2025).
Karena tertarik, Pak Tarno menyerahkan uang Rp50 juta secara tunai dan Rp50 juta melalui transfer. Namun, mobil yang dijanjikan tak kunjung datang hingga sekarang.
“Rp50 juta diserahkan di rumah, sisanya lewat rekening. Mobilnya tak pernah datang,” jelas Hendro.
Tim kuasa hukum kini tengah menelusuri bukti-bukti penipuan yang menimpa Pak Tarno.
Jika ditemukan unsur pidana, kasus ini akan segera dilaporkan ke polisi. “Kami dalami dulu, kalau memenuhi Pasal 378 penipuan, akan kami laporkan,” ujar Hendro.
Sebelum melapor, pihaknya akan melayangkan somasi kepada terduga pelaku.
“Kami kirimkan somasi setelah bukti dari Pak Tarno lengkap,” tambahnya.
Menangis Minta Uang Dikembalikan
Kondisi kesehatan Pak Tarno kini turut menyita perhatian publik. Ia masih menjalani pengobatan akibat stroke yang dideritanya sejak 2018.
Sambil menangis, Pak Tarno mengaku uang tersebut akan digunakan untuk berobat.
“Iya, saya berharap uangnya dikembalikan untuk berobat,” ujar Pak Tarno.
Ia juga mengaku biaya pengobatannya cukup besar dan belum ada perubahan signifikan.
“Pengobatan habis banyak. Saya sakit, perlu obat. Berobat ke mana-mana belum ada hasil,” katanya dengan suara bergetar.











Leave a Reply