Air Kali Rawa Buntu Tercemar? DLH Tangsel Investigasi

Adi Subchan - 06 October 2025

Video air kali berwarna merah di Jalan Artowijoyo, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), viral di media sosial. (Foto: Instagram)
Video air kali berwarna merah di Jalan Artowijoyo, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), viral di media sosial. (Foto: Instagram)

DLH Tangerang Selatan menyelidiki dugaan pencemaran air kali di Rawa Buntu yang tiba-tiba berwarna merah.

Aktual Tangerang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan menyelidiki dugaan pencemaran air di Kali Rawa Buntu, Serpong.

Air kali di Jalan Artowijaya mendadak berubah warna menjadi merah pekat pada Sabtu, 4 Oktober 2025.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran DLH Tangsel, Carsono, menyatakan pihaknya segera turun ke lokasi.

“Kami masih menelusuri bersama aparat kewilayahan. Saat ini belum ada perubahan warna air,” ujar Carsono, Senin (6/10/2025).

DLH telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan guna mencari sumber pencemaran.

“Hingga kini, sumbernya belum diketahui. Kami terus menyisir lokasi bersama tim di lapangan,” katanya.

Baca Juga :  Seram! Air di Kali Serpong Berwarna Merah Darah

Hasil penelusuran awal belum menemukan sumber utama. Namun dugaan sementara mengarah pada limbah industri.

“Ada kemungkinan berasal dari pewarna makanan atau pakaian,” kata Carsono menjelaskan.

Namun ia meragukan limbah tekstil sebagai penyebab karena Tangsel tak memiliki industri pakaian besar. “Kalau limbah tekstil, kemungkinan kecil. Tangsel tidak punya industri tekstil,” ungkapnya.

DLH Tangsel menegaskan akan memberi sanksi tegas jika pelaku pencemaran terbukti bersalah.

“Pencemaran lingkungan tidak bisa ditoleransi. Kami akan panggil pelakunya untuk mediasi,” ujarnya.

DLH Tangsel juga mengingatkan bahwa semua pelaku usaha dilarang membuang limbah ke lingkungan.

Baca Juga :  TPA Cipeucang Disegel KLH, Tangsel Terancam Krisis Sampah

Sementara itu, dari keterangan warga, air mulai memerah sejak Sabtu sore hingga malam hari.

“Airnya merah pekat, tapi tak berbau. Sebelumnya juga pernah hitam, tapi tidak berlangsung lama,” kata Ali, warga setempat.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini