500 kasus DBD terjadi di Tangsel hingga September 2025. Pemkot dorong program Jumantik dan pencegahan sejak dini.
Aktual Tangerang – Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengungkapkan jumlah kasus DBD di Tangsel tembus 500 orang hingga September 2025.
“Jumlah kasus DBD hingga hari ini sekitar 500 orang,” kata Benyamin saat dikonfirmasi, Selasa (30/9/2025).
Pemkot Tangsel terus berupaya menekan angka kasus, terutama saat musim hujan yang memicu peningkatan populasi nyamuk.
“Trennya menurun, tapi tetap harus diwaspadai,” ujar Benyamin.
Meski angka kasus menurun, Pemkot Tangsel ingin mencegah lebih banyak warga tertular DBD.
Musim pancaroba dinilai berisiko karena mendukung perkembangan jentik nyamuk Aedes aegypti. Karena itu, langkah pencegahan dini dinilai sangat penting untuk memutus rantai penyebaran.
Salah satu langkah utama adalah mengaktifkan program Jumantik (Juru Pemantau Jentik) di seluruh rumah. “Setiap rumah wajib memiliki satu orang pemantau jentik,” kata Benyamin.
Pemeriksaan dilakukan secara diam-diam di lingkungan rumah warga atau silent surveillance.
Benyamin menyebut jentik nyamuk biasanya berkembang di air bersih, seperti di bawah kulkas dan dispenser.
Tempat lain yang perlu diperiksa yaitu bak mandi, wadah makanan hewan, serta pot tanaman.
Ia menegaskan bahwa fogging tidak cukup efektif jika tanpa pemantauan jentik. “Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Jentik tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.
Melalui peran aktif warga dalam program Jumantik, Pemkot berharap angka DBD dapat terus ditekan.
“Jika semua rumah ikut serta, kasus DBD bisa ditekan serendah mungkin,” pungkas Benyamin.











Leave a Reply