70 Persen Warga Tangsel Pilih Naik MRT ke Jakarta

Adi Subchan - 29 September 2025

Gubernur Banten Andra Soni optimistis proyek MRT Lebak Bulus-Serpong akan mempermudah mobilitas warga dan mengurangi kemacetan. (Foto: Istimewa)
Gubernur Banten Andra Soni optimistis proyek MRT Lebak Bulus-Serpong akan mempermudah mobilitas warga dan mengurangi kemacetan. (Foto: Istimewa)

Gubernur Banten dukung proyek MRT Lebak Bulus–Serpong. Diharapkan kurangi kemacetan dan dorong ekonomi wilayah.

Aktual Tangerang – Gubernur Banten Andra Soni optimistis proyek MRT Lebak Bulus-Serpong akan mempermudah mobilitas warga dan mengurangi kemacetan.

Menurutnya, banyak warga Tangerang Selatan (Tangsel) yang bekerja di Jakarta, sehingga arus pergerakan sangat padat setiap hari.

“Mobilisasi warga antara Jakarta dan Banten sangat tinggi. Kehadiran MRT bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Banten,” kata Andra Soni, Senin (26/9/2025).

Pemprov Banten kini tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan moda transportasi massal tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pelaksanaan studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk trase MRT Lebak Bulus–Serpong.

“Alhamdulillah, sudah ada MoU antara MRT dan Sinar Mas Land untuk pelaksanaan FS,” jelasnya.

Ia menyebut, FS akan mengkaji berbagai aspek penting sebelum pembangunan dimulai.

Koordinasi juga dilakukan bersama Kementerian Perhubungan, KAI, dan para kepala daerah se-Tangerang Raya. Wilayah tersebut mencakup Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangsel.

Andra menekankan pentingnya kesiapan kelembagaan, pendanaan, serta dukungan semua pihak agar proyek ini berjalan lancar.

“Kami yakin MRT akan membantu mengurai kemacetan yang selama ini terjadi,” tegasnya.

Andra juga menyebut proyek ini telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Karena itu, Pemprov Banten akan terus mendorong agar pembangunan dapat segera direalisasikan.

“Kami paham, pelaksanaan butuh waktu dan tahapan. Tapi kerja sama yang terjalin saat ini jadi langkah awal yang baik,” ujarnya.

Terkait pembiayaan, Andra menilai skema business-to-business (B2B) merupakan pendekatan yang bijak. Ia menegaskan, pembangunan MRT bukan hanya tanggung jawab Jakarta, tetapi bisa dilakukan bersama daerah penyangga.

Baca Juga :  Imunisasi Kota Tangerang

“Pak Gubernur Jakarta juga mendukung. Ini harapan besar bagi kami,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menegaskan pentingnya perpanjangan jalur MRT. Menurutnya, sekitar 70% dari 1,5 juta warga Tangsel setiap hari beraktivitas ke Jakarta.

Ia menyebut beberapa skema pembiayaan yang mungkin digunakan.
Antara lain skema pinjaman antarpemerintah (G to G), Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta pembiayaan swasta murni.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini