Pawai Obor di Festival Maulid Nusantara 2 Tangerang, Ini Sejarahnya

Syahrul Munir - 24 September 2025

Pawai Obor
Pawai Obor di Festival Maulid Nusantara 2 Tangerang, Selasa (23/9/2025). (FOTO: KotaTangerang)

Pawai obor dalam Festival Maulid Nusantara 2 Tangerang sudah modifikasi menggunakan elektrik sehingga lebih estetik dan aman 

Aktual Tangerang – Pawai obor menjadi satu dari rangkaian kebudayaan yang hadir di Festival Maulid Nusantara Kota Tangerang, Selasa (23/9/2025). Obor yang digunakan dalam festival syiar Maulid Nabi Muhammd itu sudah elektrik.

Pawai Obor diiringi dengan gema takbir ribuan warga Tangerang yang hadir di Taman Elektrik, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang. Hadir dalam festival tersebut para pimpinan Pemkot Tangerang serta dai kondang Ustaz Maulana.

Sejarah pawai obor di Tangerang adalah tradisi umum yang biasanya diselenggarakan pada momen keagamaan. Misalnya Tahun Baru Islam 1 Muharram, Maulid Nabi dan menyambut bulan suci Ramadhan.

Terkadang juga hadir dalam peringatan kemerdekaan atau festival lokal. Bentuknya berkembang dari tradisi Islam yang lebih tua.

Pawai obor ini dipengaruhi oleh kebiasaan Betawi dan praktik komunitas setempat, lalu modifikasi secara modern seiring perkembangan zaman.

Baca Juga: 

Hadirlah obor elektrik dan gunungan berisi makanan ringan atau buah-buahan.

Asal Usul Pawai Obor

Secara historis pawai obor kerap dikaitkan dengan peringatan peristiwa penting dalam kalender Islam, misalnya 1 Muharram dan Maulid Nabi.

Obor melambangkan cahaya/petunjuk seperti yang sering dipakai sebagai metafora dalam tradisi Islam.

Tradisi pawai obor di Nusantara sudah terdokumentasi sejak abad ke-20 dan bahkan konon berakar pada praktik jamaah awal Islam saat berkegiatan malam.

Beberapa penelitian budaya menunjukkan bahwa dalam konteks Betawi, termasuk Tangerang pawai obor berkembang sebagai ritual komunal pada era kolonial—baik untuk menutup kegiatan keagamaan maupun sebagai ekspresi solidaritas ketika akses ke fasilitas ibadah terbatas.

Baca Juga :  Pendaftaran Pelatihan dan Sertifikasi Juru Las Gratis

Tradisi ini lalu menyebar dan berasimilasi di kota-kota sekitarnya.

Di Tangerang pawai obor rutin muncul dalam beberapa momen: pembukaan Ramadhan (tarhib), Festival Maulid Nusantara, peringatan 1 Muharram, dan kadang dalam acara kemerdekaan atau festival budaya kota.

Pemerintah kota dan organisasi masyarakat kerap menjadi penyelenggara. Contoh: Festival Maulid Kota Tangerang menampilkan pawai obor elektrik dan gunungan yang dilepas oleh pejabat kota.

Beberapa tahun terakhir muncul pawai obor elektrik (lampu LED/obor hias) sebagai alternatif aman dibanding obor minyak terbuka. Hal ini juga memudahkan partisipasi massa dan memberi nilai estetika di festival malam hari. Pemerintah daerah kerap mempromosikan bentuk modern ini untuk keamanan dan tampilan.

Syiar dan Kekayaan Budaya Nusantara

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono menekankan pentingnya menjaga kerukunan melalui semangat kebersamaan. Fetival Maulid Nusantara 2 ini bukan hanya seremoni menunjukkan cinta umat Islam kepada Rasululloh SAW.
 
Namun juga cerminan rasa cinta terhadap Kota Tangerang beserta seluruh elemen di dalamnya.

Maryono juga mengapresiasi terselenggaranya festival yang mampu memadukan syiar agama dengan kekayaan budaya nusantara.
 
“Melalui kegiatan ini, kita menyiarkan kebaikan serta nilai-nilai agama sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW. Keberagaman budaya nusantara, khususnya budaya lokal Tangerang, bisa dihadirkan dalam festival ini. Semoga keberagaman tersebut selalu memperkokoh kerukunan di antara kita,” jelasnya.
 
Kemeriahan festival semakin terasa dengan kehadiran ulama kondang Ustadz Nur Maulana yang menyampaikan tausiah di hadapan jamaah.
 
Festival Maulid Nusantara 2 Kota Tangerang Tahun 2025  berlangsung dari 23 sampai 28 September. Beragam agenda, mulai dari tabligh akbar, perlombaan bernuansa islami, hingga bazar kuliner nusantara.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini