Kehadiran SRMA 33 di Serpong Utara menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan layak bagi anak-anak kurang mampu. DPR RI bersama pemerintah menyiapkan anggaran Rp27 triliun untuk pembangunan sekolah rakyat secara nasional.
Aktual Tangerang – Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menyoroti persoalan data penerima manfaat program Sekolah Rakyat di Tangerang Selatan (Tangsel). Ia menduga masih banyak siswa yang tercatat dalam kategori desil satu dan dua, yang seharusnya diperuntukkan bagi keluarga miskin, namun justru berasal dari keluarga mampu.
“Kalau yang kami perhatikan, banyak anak-anak yang masuk desil 1 dan 2, tetapi kondisi rumahnya sudah layak. Itu harus dicek langsung di lapangan,” kata Selly saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Tangsel, Serpong Utara, Rabu (17/9/2025).
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar terkait akurasi dan validasi data penerima manfaat program sosial. Ia mencontohkan, di sejumlah daerah pernah ditemukan keluarga tergolong mampu secara ekonomi, tetapi tetap tercatat sebagai miskin.
“Keluarga mereka sebenarnya masih mampu, dan ini harus menjadi perhatian serius Kementerian Sosial,” ujarnya.
Saat ini, penentuan status desil berada di bawah kewenangan Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKSN), bukan lagi Kementerian Sosial (Kemensos). Namun, Selly menilai sistem ini justru menimbulkan persoalan baru.
“Yang seharusnya masuk desil satu atau dua dengan kategori miskin, justru naik ke desil lima dan enam. Sebaliknya, orang kaya malah tercatat di desil satu dan dua,” jelasnya.
Baca juga:
-
Macet Horor di Puspitek, Warga: Aparat Minim Solusi
-
Harga Melonjak, Warga Tangsel Serentak Tanam 2000 Bibit Cabai
Dengan adanya masalah tersebut, Selly mendorong evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pemutakhiran data agar tidak lagi terjadi salah sasaran. Ia juga meminta pemerintah daerah dilibatkan secara aktif dalam proses validasi.
“Jangan sampai data yang tidak sesuai justru merugikan anak-anak dari keluarga miskin yang berhak mendapat bantuan,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menegaskan SRMA 33 Serpong Utara sebagai simbol komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan layak bagi semua, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Pemerintah Provinsi Banten juga memberikan perhatian penuh terhadap pembangunan sekolah rakyat, termasuk di Tangsel. Kami menyambut baik kehadiran SRMA 33 ini, dan sudah mengusulkan dua lokasi tambahan untuk pembangunan sekolah rakyat lainnya,” kata Benyamin.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 141 siswa telah terdaftar di SRMA 33 Serpong Utara, 16 di antaranya berasal dari Tangsel. Mereka berasal dari kelompok masyarakat rentan yang membutuhkan dukungan lebih besar dari pemerintah.











Leave a Reply