Kemacetan di Jalan Raya Puspiptek, Tangerang Selatan, terus terjadi setiap pagi. Warga mengeluhkan lambannya penanganan, sementara pemerintah daerah menyebut perlunya evaluasi sistem lalu lintas dan penertiban truk tambang.
Aktual Tangerang – Kemacetan parah setiap pagi hari di Jalan Raya Puspitek, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menjadi keluhan warga dan pengguna jalan. Arus kendaraan yang padat terjadi terutama pada jam sibuk, mulai pukul 06.00 hingga 08.30 WIB.
“Ya ampun, setiap hari macetnya horor,” keluh Rachmawati, warga Kelurahan Bakti Jaya, Rabu (17/9/2025).
Berdasarkan pantauan di lapangan, kemacetan dipicu oleh sejumlah titik pertemuan arus kendaraan, di antaranya di kawasan Pocis, LUK, Haji Jamat, Permata Pamulang, dan Villa Pamulang.
Katanya, meski terlihat ada petugas dari Dinas Perhubungan Kota Tangsel berjaga di beberapa simpang, namun pengaturan lalu lintas belum efektif mengurai kepadatan.
“Sudah tiga hari ini macetnya makin parah, ada apa ya?” ungkap Airinsyah, warga Pamulang yang melintasi jalur tersebut setiap hari.
Kemacetan dari arah Pamulang menuju Puspitek hingga ke Jalan Raya Ciater bahkan mengular sampai kawasan Witanaharja, Jalan Raya Siliwangi. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas warga, terutama pelajar dan pegawai yang kerap terlambat tiba di tujuan.
Situasi diperparah oleh insiden truk pengangkut pasir yang terperosok ke selokan di turunan jalan depan Villa Pamulang, Rabu (17/9) pagi. Truk itu diduga gagal menanjak, sehingga menyebabkan kemacetan makin parah.
Baca juga:
-
Video: Horor! Jalan Puspitek Macet Parah
-
Truk Pasir Hantam Beton Pembatas, Jalan Puspitek Macet Horor
-
Tekan Inflasi, Warga Tangsel Serentak Tanam 2000 Bibit Cabai
Sejumlah pekerja terlihat berupaya memindahkan muatan pasir ke truk lain agar evakuasi kendaraan berjalan lebih cepat dan lalu lintas kembali normal.
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menilai bahwa perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem lalu lintas di kawasan tersebut.
“Jalur Puspiptek memang perlu rekayasa lalu lintas yang tepat. Kita juga sedang upayakan penertiban truk-truk bertonase berat, serta integrasi transportasi yang lebih baik,” ujar Pilar Saga usai Apel Peringatan Hari Perhubungan Nasional di Puspemkot Tangsel.
Ketika ditanya soal sosialisasi kepada perusahaan angkutan tambang terkait kelayakan fisik truk, Pilar menyebutkan pihaknya telah rutin memberikan imbauan dan berkoordinasi dengan Kabupaten Bogor.
“Tapi balik lagi, kesadaran itu penting. Kita butuh kerja sama semua pihak, terutama pemilik truk, agar memahami risiko kemacetan hingga kecelakaan lalu lintas yang bisa terjadi,” pungkasnya.











Leave a Reply