Bupati Tangerang Blak-Blakan Soal Kondisi TPA Jatiwaringin

Syahrul Munir - 13 September 2025

TPA Jatiwaringin
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid meninjau TPA Jatiwaringin. (FOTO: TangerangKabupaten)

Kondisi TPA Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang hanya tersisa 5 hektare selebihnya sudah terisi sampah

Aktual Tangerang – Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid bicara blak-blakan tentang kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan secara terbuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Sampah se-Provinsi Banten di Aula Pendopo Gubernur Banten, Jumat (12/9/2025).

Kondisi TPA Jatiwaringin ini mendapat perhatian dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Raja Juli Antoni.

Lahan TPA Jatiwaringin hanya tersisa 5 hektare dari total 33 hektare. Selebihnya sudah terisi dengan pengelolaan metode open dumping. Menteri Raja Juli Antoni meminta segera dilakukan penataan dengan metode sanitasi landfill.

Bupati menyatakan pihaknya telah mengalokasikan dana sebesar Rp 15 miliar untuk pembangunan tersebut.

“Kami sudah mengalokasikan dana sebesar Rp15 miliar melalui anggaran BTT, termasuk untuk pembangunan akses jalan masuk dan penerapan metode sanitary landfill. Saat ini sudah ada perbaikan, di antaranya pemadatan sampah, pengelolaan kolam lindi, serta pembangunan akses jalan,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

Bupati Tangerang menunjukkan data Kabupaten Tangerang menghasilkan timbunan sampah sekitar 2.500 hingga 2.700 ton per hari. Baru sekitar 60 persen sampah yang bisa diangkut ke TPA karena keterbatasan sarana dan prasarana.

Baca Juga: 

Banyaknya timbunan sampah juga dipengaruhi salah satunya adalah mindset masyarakat yang buang sampah sembarangan. “Sisa sampah yang belum tertangani dan pola pikir serta kebiasaan masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah,” ujarnya.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah berupaya maksimal dengan mengangkut sampah berulang kali dalam sehari. Akan tetapi jumlahnya tetap tidak tertangani sepenuhnya.

Baca Juga :  Leony Vitria Usulkan Tema Baru, Sambut Undangan Benyamin Davnie

Situasi itu yang membuat Pemkab Tangeraang melakukan penjajakan kerja sama dengan program pengolahan sampah berbasis energi agar dapat menjadi solusi jangka panjang.

Sampah Jadi Isu Strategis

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam menyusun kebijakan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Permasalahan sampah ini menjadi isu strategis di Banten,” ujar Andra Soni.

Sedangkan Sekretaris Utama KLHK, Rosa Vivin, mengingatkan bahwa target nasional pengelolaan sampah adalah 100 persen pada tahun 2029. Saat ini, Provinsi Banten baru mampu mengelola sekitar 13,4% dari total timbunan sampah harian.

“Karena itu, pemerintah daerah harus segera melakukan perbaikan TPA dengan menghentikan praktik open dumping dan menerapkan sanitary landfill, serta mengembangkan fasilitas pendukung seperti RDF, bank sampah, dan pengolahan berbasis teknologi ramah lingkungan,” jelasnya.

Dia berharap melalui rapat koordinasi pengelolaan sampah tersebut bisa memperkuat komitmen dan kerja sama seluruh kabupaten/kota di Banten dalam mengatasi persoalan sampah yang semakin kompleks, sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini