Proyek MRT Jakarta diperluas ke Tangerang dan Tangerang Selatan. Rute Kembangan–Balaraja masuk dalam RPJMN 2025–2029, sementara rute ke Serpong masih dikaji.
Aktual Tangerang – Rencana pembangunan jaringan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang akan diperluas ke wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.
Sejumlah pihak yang telah memberikan lampu hijau terhadap proyek ini antara lain, Pemprov Banten melalui Gubernur Andra Soni, Pemprov DKI Jakarta melalui Gubernur Pramono Anung, PT MRT Jakarta (Perseroda) selaku operator, dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Secara khusus, untuk trase MRT yang akan melintasi wilayah Tangsel, PT MRT Jakarta juga telah menjalin kerja sama dengan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) atau Sinarmas Land.
Gubernur Banten Bahas Jalur MRT
Gubernur Banten Andra Soni menggelar rapat koordinasi (rakor) pada Senin (8/9/2025) bersama jajaran kepala daerah dari Kota Tangerang, Tangsel, dan Kabupaten Tangerang, serta pihak MRT Jakarta dan DJKA.
“Alhamdulillah, kami berdiskusi intens terkait MRT, baik jalur Lebak Bulus–Serpong maupun Kembangan–Balaraja,” ujar Andra, dalam unggahan Instagram resminya (@andrasoni12), dikutip Jumat (11/9/2025).
Andra juga mengungkap telah beberapa kali berdiskusi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang dinilai memiliki pengalaman dalam pengembangan sistem transportasi massal tersebut.
“Saya meminta dukungan beliau, karena MRT adalah BUMD Jakarta dan tentu penting kolaborasi lintas wilayah,” tambahnya.
Baca juga:
-
Kualitas Udara Tangsel Terburuk di Indonesia
-
Kapolres Tangerang Kota Ultimatum Penjual Miras Opolosan
Rute MRT Tangerang–Balaraja
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, pengembangan MRT Jakarta akan mencakup lintas Timur–Barat dari Cikarang (Bekasi) hingga Balaraja (Banten), dengan pembangunan bertahap hingga target selesai pada 2032.
Berikut rincian beserta rencana stasiunnya:
1. MRT Lintas Timur-Barat Fase I sepanjang 33,76 km
A. Tahap I sepanjang 24,5 km
Tomang-Grogol-Roxy-Petojo-Cideng-Thamrin-Kebon Sirih-Kwitang-Senen-Galur-Cempaka Baru-Sumur Batu-Pakulonan Barat-Pakulonan Timur-Perintis-Pulogadung-Penggilingan-Cakung Barat-Pulo Gebang-Ujung Menteng
B. Tahap II sepanjang 9,2 km
Kembangan-Batu Mulia-Teknologi-Kebon Jeruk-Tanjung Duren-Arjuna Selatan
2. MRT Lintas Timur-Barat Fase II sepanjang 50,3 km
A. Tahap I Lintas Barat (Banten) sepanjang 29,9 km
Balaraja-Cibadak-Pasir Gadung-Otonom-Bunder-Kadu-Bencongan-Danau Ranau-Kelapa Dua-Kebon Nanas-Panunggangan-Kunciran-Hasyim Asy’ari-Karang Tengah
B. Tahap II Lintas Timur (Bekasi) sepanjang 20,43 km)
Medan Satria-Kaliabang-Harapan Baru-Karang Satria-Sumber Jaya-Wanajaya-Cibitung-Cikarang
Rute MRT Jakarta Menuju Tangsel Masih dalam Kajian
Untuk jalur MRT ke wilayah Tangsel, hingga saat ini masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study) yang dilakukan oleh MRT Jakarta dan Sinarmas Land.
Terdapat dua opsi trase yang sedang dikaji, yaitu Pondok Cabe-Ciputat–Serpong atau Pondok Aren-Bintaro-Serpong.
Meski belum diumumkan secara resmi, proyek ini disebut akan sangat strategis dalam mengurai kemacetan kronis di kawasan selatan Jakarta dan Tangsel.
“Jalur Lebak Bulus-Serpong sangat dinanti masyarakat Tangerang dan Tangsel. Ini bagian dari tugas kita untuk menyiapkan infrastruktur yang menunjang aktivitas rakyat,” ujar Gubernur Andra.
Ia juga menegaskan bahwa jalur Cikarang–Balaraja telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga pelaksanaannya akan menjadi perhatian khusus di tingkat pusat dan daerah. (*)









Leave a Reply