Lansia Diduga Disekap dan Dirampok di Apartemen Serpong

Adi Subchan - 10 August 2026

ILUSTRASI - Seorang lansia mengaku disekap dan dirampok di apartemen Serpong. Korban kehilangan mobil, ponsel, serta sejumlah dokumen penting. (Foto: Chatgpt/Aktual Tangerang)
ILUSTRASI - Seorang lansia mengaku disekap dan dirampok di apartemen Serpong. Korban kehilangan mobil, ponsel, serta sejumlah dokumen penting. (Foto: Chatgpt/Aktual Tangerang)

Seorang lansia mengaku disekap dan dirampok di apartemen Serpong. Korban kehilangan mobil, ponsel, serta sejumlah dokumen penting.

Aktual Tangerang – Seorang perempuan lanjut usia (lansia) bernama Ivonne mengaku menjadi korban dugaan penyekapan dan perampokan.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah apartemen kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (4/8/2026). Ivonne mengaku dikunci dari luar kamar setelah sejumlah barang miliknya diduga dibawa pergi.

Ia bahkan harus meminta pertolongan selama sekitar satu jam sebelum pintu kamar akhirnya didobrak.

Kejadian bermula ketika Ivonne bersama seorang temannya memiliki urusan di Jakarta.

Setelah urusan selesai, keduanya kemudian menuju kawasan Kuningan untuk mendatangi sebuah kantor. Namun, kantor tersebut ternyata sudah tutup ketika mereka tiba di lokasi.

Kondisi kendaraan yang tidak sesuai aturan ganjil-genap turut membuat keduanya memutuskan kembali.

“Sampai di sana ternyata sudah tutup. Karena mobil saya mobil genap, di sana waktu itu mobil ganjil. Jadi kami langsung balik,” ujar Ivonne, Senin (10/8/2026).

Karena harus melanjutkan perjalanan menuju Bandung keesokan harinya, keduanya memilih menginap di Serpong.

Mereka kemudian menuju sebuah apartemen setelah hendak bertemu dengan seorang pengacara.

Baca Juga :  Tempat Rekreasi Gratis, Tiga Taman Baru di Tangsel Resmi Dibuka

Ivonne tiba di apartemen tersebut sekitar pukul 20.00 WIB. Ia kemudian diarahkan menuju salah satu unit yang berada di lantai 17.

Setelah masuk, temannya meminta Ivonne membersihkan diri terlebih dahulu di kamar mandi. Perempuan berusia 67 tahun itu kemudian masuk ke kamar mandi.

Namun, saat keluar, Ivonne mendapati temannya sudah tidak berada di dalam ruangan. Kondisi tersebut membuat Ivonne merasa curiga.

Ia kemudian menyadari sejumlah barang miliknya sudah tidak berada di tempat semula. Barang tersebut meliputi kunci mobil, tas, dokumen penting, dan telepon seluler.

“Saya lihat barang-barang, termasuk kunci mobil dan tas serta dokumen-dokumen saya sudah tidak ada,” ungkap Ivonne.

Ivonne kemudian berusaha meninggalkan kamar tersebut. Namun, ia justru mendapati pintu kamar dalam kondisi terkunci dari luar.

Ia pun menyadari tidak dapat keluar dari ruangan tersebut seorang diri. “Saya mau keluar, ternyata pintu terkunci dari luar,” kata Ivonne.

Dalam kondisi tersebut, Ivonne berusaha meminta pertolongan kepada orang di sekitar apartemen.

Ia mengetuk pintu berulang kali sambil meminta bantuan agar pintu segera dibuka. Namun, menurut pengakuannya, pertolongan baru datang sekitar satu jam kemudian.

Petugas keamanan akhirnya mengetahui kondisi Ivonne yang terkunci di dalam kamar. Pintu tersebut kemudian dibuka secara paksa agar Ivonne dapat keluar dari ruangan.

“Saya ketok-ketok itu selama satu jam. Akhirnya mereka datang menanyakan. Saya bilang terkunci, tolong dibuka. Akhirnya kunci, pintu didobrak,” tutur Ivonne.

Setelah berhasil keluar, Ivonne mengetahui sejumlah barang miliknya telah dibawa pergi. Selain satu unit mobil, barang yang hilang mencakup telepon seluler dan sejumlah dokumen penting.

“Mobil, dokumen-dokumen saya, kemudian ada handphone,” ujar Ivonne.

Baca Juga :  WNA Pakistan Memaksa Minta Sumbangan di Masjid Cipondoh

Ivonne mengaku belum mengetahui total nilai kerugian akibat kejadian tersebut. Ia kemudian melaporkan dugaan kejadian itu kepada polisi.

Ivonne berharap polisi segera menangkap pelaku yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Ia juga meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam memberikan kepercayaan kepada orang lain.

“Harapan saya pelaku dapat ditangkap dan supaya ini jadi pelajaran buat yang lain-lain. Jangan terlalu percaya, walaupun itu sudah seperti keluarga sendiri atau seperti apa,” kata Ivonne.

Polisi Periksa Korban

Kapolsek Serpong Kompol Hardono membenarkan adanya laporan dugaan penyekapan terhadap seorang lansia.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di salah satu apartemen kawasan Serpong, Tangerang Selatan.

Menurut Hardono, pelaku diduga membawa sejumlah barang milik korban.

“Betul telah terjadi penyekapan terhadap seorang lansia yang berada di wilayah Serpong, tepatnya salah satu apartemen Serpong,” ujar Hardono.

Hardono mengatakan barang yang dibawa pelaku meliputi telepon seluler dan surat-surat berharga. Selain itu, polisi menerima laporan mengenai hilangnya satu unit kendaraan milik korban.

Saat ini, polisi telah memeriksa korban untuk mengumpulkan informasi mengenai kejadian tersebut.

Pemeriksaan juga dilakukan untuk membantu polisi mengidentifikasi pihak yang diduga sebagai pelaku.

“Kami dari pihak Polsek Serpong sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan mohon doanya untuk segera pelaku dapat kita amankan,” pungkasnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini