Wabup Intan Nurul Hikmah Soroti Validitas Data Stunting

Syahrul Munir - 12 September 2025

Data Stunting
Balita melakukan timbang badan. (FOTO: PemkabTangerang)

Data stunting yang valid bisa menentukan Langkah penanganan yang efektif di Kabupaten Tangerang

Aktual Tangerang – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menyoroti pentingnya akurasi data capaian hasil program untuk mengatasi masalah stanting. Data ini menjadi dasar dalam menentukan Langkah yang efektif menangani stunting di Kabupaten Tangerang.

Hal ini diutarakan Intan Nurul Hikmah saat Rapat Penilaian Konvergensi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S), Gebrak Tegas dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) di Aula Sinergi Bappeda, Kamis (11/9/25).

“Sekali lagi saya tegaskan di sini, validitas capaian hasil program itu sangat penting. Karena dengan data yang valid, kita bersama bisa merumuskan dan menentukan langkah selanjutnya yang lebih sesuai dan efektif,” tandas Wabup Intan

Dia juga menyinggung peran aktif OPD yang harus terus dikuatkan dan ditingkatkan. Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S) merupakan program yang melibatkan banyak pihak lintas sektor.

“Sinergitas dan kolaborasi semua pihak lintas sektor harus terus dikuatkan dan ditingkatkan supaya kasus baru Stunting bisa ditekan sekecil mungkin dan penanganannya pun maksimal,” imbuhnya.

Intan juga menyinggung soal penilaian mandiri oleh kecamatan terhadap pelaksanaan program yang berkaitan dengan Stunting. Program ibu hamil, balita, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), edukasi kepada generasi muda dan pasangan yang mau menikah juga harus dilakukan agar intervensi yang dilakukan nantinya berjalan efektif dan benar-benar tepat sasaran.

“Selain oleh dinas terkait, penilaian mandiri oleh kecamatan-kecamatan juga harus dilakukan,”ujarnya.

“Kecamatan harus punya data yang valid juga tentang pelaksanaan program P3S, Posyandu, PMT, penanganan ibu hamil dan balita yang kurang baik gizinya agar intervensi seperti apa yang bisa kita lakukan nanti itu berjalan efektif dan benar-benar tepat sasaran,” serunya

Baca Juga :  Separuh Sekolah di Kabupaten Tangerang Belum Terima MBG

Pihaknya juga meminta kepada OPD seperti Bappeda, DPPKB, Dinkes maupun OPD lainnya bisa lebih meningkatkan gerakan yang nyata dan berkelanjutan, khususnya dalam memberikan edukasi, pendampingan dan pelatihan kepada para kader di kecamatan, desa dan kelurahan.

“Tingkatkan edukasi, pendampingan dan pelatihan kepada para kader PKK agar mereka bisa berinovasi dan berkreasi bagaimana cara membuat makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita yang benar-benar bergizi, higienis dan sehat,” tandasnya.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini