DBD Merebak di Tangerang, 896 Kasus dalam 8 Bulan

Adi Subchan - 09 September 2025

FOTO: Ist/Ilustrasi
FOTO: Ist/Ilustrasi

Sebanyak 896 kasus demam berdarah (DBD) tercatat di Kabupaten Tangerang sepanjang Januari–Agustus 2025. Dinas Kesehatan menyebut satu warga meninggal dunia. Warga diimbau aktif lakukan 3M Plus.

Aktual Tangerang, Tangerang – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 896 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi sepanjang Januari hingga Agustus 2025.

Kasus terbanyak ditemukan di kecamatan dengan kepadatan penduduk tinggi seperti Pasar Kemis, Kelapa Dua, dan Pagedangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, mengatakan kasus DBD tersebar di 29 kecamatan. Satu kasus kematian dilaporkan pada Mei, yang juga menjadi bulan dengan lonjakan kasus tertinggi.

“Kasus luar biasa DBD ada 896 dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang. Satu kasus meninggal dunia terjadi di bulan Mei,” kata Hendra, Selasa (9/9/2025).

Selain tiga kecamatan tersebut, wilayah lain dengan angka kasus cukup tinggi adalah Cisauk dan Curug. Menurut Hendra, tingginya jumlah penduduk menjadi faktor utama penyebaran virus.

“Daerah padat penduduk cenderung mempercepat penularan. Umumnya kasus tinggi terjadi di kawasan perkotaan,” tambahnya.

Baca juga:

Sebagai upaya pencegahan, Dinas Kesehatan mengimbau warga aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M Plus, (Menguras, Menutup, Mengubur) dan memanfaatkan barang bekas. Masyarakat juga diminta menjaga pola hidup bersih dan sehat.

“Pencegahan dini sangat penting, termasuk rutin membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk,” jelas Hendra.

Dinas Kesehatan juga melaksanakan fogging fokus dan membagikan bubuk abate di wilayah dengan kasus tinggi. Namun, Hendra menegaskan bahwa fogging hanya bersifat sementara dan tidak dapat menggantikan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga :  Program Gender Champions Kota Tangerang, Ini Manfaatnya?

“Pengendalian DBD harus menjadi gerakan bersama. Jika hanya mengandalkan fogging, masalah ini tidak akan tuntas,” pungkasnya.

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini