PMI Tangsel Sediakan 3.000 Kantong Darah per Bulan

Adi Subchan - 08 September 2025

Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan menyalurkan sekitar 3.000 kantong darah setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit maupun PMI di wilayah sekitar. (Foto: Ilustrasi/Halodoc)
Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan menyalurkan sekitar 3.000 kantong darah setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit maupun PMI di wilayah sekitar. (Foto: Ilustrasi/Halodoc)

TANGERANG SELATAN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan menyalurkan sekitar 3.000 kantong darah setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit maupun PMI di wilayah sekitar.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Tangsel, Suhara Manullang, mengatakan rata-rata setiap hari pihaknya mendistribusikan 100 kantong darah.

“Permintaan ini berasal dari sejumlah rumah sakit dan PMI di wilayah terdekat,” ujarnya, Minggu (7/9/2025).

Suhara menjelaskan, stok darah diperoleh dari sekitar 200 pendonor setiap hari. Sebanyak 50 orang datang langsung ke UDD PMI Tangsel, sementara sisanya melalui kegiatan donor darah yang digelar komunitas atau organisasi masyarakat.

Baca juga:

Menurutnya, jenis darah yang paling banyak dibutuhkan adalah sel darah merah atau Packed Red Cells (PRC), yang mencapai 80 persen dari total penggunaan bulanan. Disusul trombosit sebesar 10 persen, terutama ketika kasus demam berdarah dengue (DBD) meningkat.

“Saat kasus DBD melonjak, kebutuhan trombosit otomatis bertambah. Satu kantong darah bisa diolah menjadi tiga komponen, yakni plasma, PRC, dan trombosit,” jelas mantan Direktur RSU Kota Tangsel itu.

Ia menambahkan, ada dua cara memperoleh trombosit. Pertama melalui donor darah konvensional, di mana satu kantong darah diproses menjadi tiga komponen. Kedua, lewat metode apheresis, yakni pengambilan trombosit dengan alat khusus mirip mesin cuci darah.

“Pada apheresis, hanya trombosit yang diambil sekitar 200 cc, sedangkan darah lainnya dikembalikan ke tubuh pendonor. Prosesnya memakan waktu sekitar satu jam, berbeda dengan donor biasa yang hanya 5–10 menit,” terangnya.

Suhara menekankan, trombosit hasil apheresis memiliki masa simpan hanya enam hari, jauh lebih singkat dibandingkan darah merah yang bisa bertahan hingga 25 hari.

Baca Juga :  Sedot Tinja Gratis

“Kalau ada pendonor yang bersedia melakukan apheresis itu sangat membantu, tapi harus segera digunakan,” pungkasnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini