Menjelajahi Jajanan Malam di Pondok Ranji

Adi Subchan - 08 September 2025

Suasana Pasar Malam Pondok Ranji yang ramai dikunjungi masyarakat. (Foto: Detik.com)
Suasana Pasar Malam Pondok Ranji yang ramai dikunjungi masyarakat. (Foto: Detik.com)

PONDOK RANJI – Lampu-lampu bohlam mulai menyala, menggantikan cahaya senja yang perlahan hilang. Dari gerbang Kompleks Pertamina Pondok Ranji, deretan tenda kuliner tampak meriah, seakan memanggil siapa saja yang melintas.

Begitu melangkah masuk, aroma sate yang terbakar arang bercampur dengan wangi nasi goreng mengepul. Suasananya riuh, tapi hangat.

Pasar Malam Pertamina memang berbeda dari pasar malam kebanyakan. Tidak ada wahana permainan, tidak ada hiburan musik dangdut dengan panggung besar. Yang ada hanya lapak-lapak sederhana yang berjajar rapi, menjajakan aneka makanan dengan harga terjangkau.

“Telur gulungnya lima ribu aja, Kak!” teriak seorang penjual sambil menggulung adonan telur dengan tusuk bambu.

Baca juga:

Di sebelahnya, pedagang kebab sibuk memotong daging ayam yang baru keluar dari panggangan. Beberapa anak kecil berlarian membawa balon, sementara orang tua mereka mengantre membeli dimsum hangat.

Menariknya, pasar ini punya cerita panjang. Dulu, kawasan ini hanyalah arena bazar yang ditolak warga. Beberapa pedagang tetap bertahan, membuka lapak seadanya, hingga akhirnya jumlah mereka semakin banyak.

Kini, lebih dari sepuluh tahun kemudian, Pasar Malam Pertamina menjelma menjadi destinasi kuliner malam yang tak pernah sepi.

Setiap sore mulai pukul 16.00 WIB, lapak-lapak dibuka. Pengunjung berdatangan, dari karyawan yang baru pulang kerja hingga keluarga yang mencari suasana berbeda untuk makan malam. Saat malam makin larut, lalu lintas di jalan besar depan pasar tetap mengalir, meski parkiran sekitar penuh kendaraan.

Dari sempol hingga papeda, dari sate hingga soto, variasi makanan di sini selalu menggoda. Yang paling menarik, harga jajanan tetap ramah di kantong. Tidak heran jika pasar malam ini menjadi tempat favorit untuk sekadar jajan atau menghabiskan malam.

Baca Juga :  Acha Septriasa Dapat Pengalaman Spiritual di Film Air Mata Mualaf

Di tengah riuhnya percakapan dan kepulan asap wajan, Pasar Malam Pertamina seolah menghadirkan kehangatan khas: sederhana, meriah, dan membuat siapa pun ingin kembali. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini