TANGERANG – Warga Perumahan Reni Jaya, Kelurahan Pondok Benda, tengah berjibaku menghadapi banjir yang melanda tiga RT sekaligus, yakni RT 01, RT 02, dan RT 03.
Banjir disebabkan saluran air yang tersumbat oleh tumpukan sampah dan lumpur yang sudah lama tidak dibersihkan. Akibatnya, saat hujan deras turun, air tak tertampung dan meluap ke permukiman warga.
Kondisi paling parah terjadi di wilayah RT 02, yang memiliki delapan titik pembuangan dan persimpangan air. Laju air kerap terhambat di area ini, sehingga pengerukan dinilai menjadi solusi mendesak.
Paulus yang tinggal di RT 02 RW 06 mengungkapkan kondisi tersebut membuat masyarakat khawatir.
“Setiap kali turun hujan, warga jadi khawatir bakal banjir,” kata Paul kepada Aktual Tangerang, Jumat (5/9/2025).
Kata lagi, persoalan tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Tangerang Selatan, dan direspon dengan menurunkan alat berat untuk mempercepat proses normalisasi saluran.
Dia menegaskan, warga mendukung penuh langkah SDA Kota Tangerang ini demi mengurangi risiko banjir.
“Pengerukan sudah dimulai sejak awal pekan ini dan diperkirakan berlangsung selama satu bulan,” ujarnya.
Tumpukan lumpur dan sampah yang cukup besar membuat pembersihan manual tidak lagi efektif. Penggunaan alat berat dinilai sebagai langkah tercepat dan paling efisien untuk mengembalikan fungsi saluran.
Warga berharap, setelah pengerukan rampung, banjir tak lagi menghantui kawasan Reni Jaya, terutama saat musim hujan tiba. (*)











Leave a Reply