Warga Tangerang Selatan Tutup Akses Jalan ke 4 Sekolah Negeri

admin - 07 July 2025

newsCover_2025_7_4_1751611612332-cyhi5

Warga Tangerang Selatan Tutup Akses Jalan ke 4 Sekolah Negeri, Protes Hasil SPMB 2025 Jalur Domisili

Tangerang Selatan – Penolakan warga terhadap hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 jalur domisili di Tangerang Selatan memunculkan aksi penutupan akses jalan menuju empat sekolah negeri. Aksi ini sebagai bentuk protes karena sejumlah anak yang tinggal sangat dekat dengan sekolah tidak diterima.

Empat sekolah yang terdampak penutupan jalan oleh warga adalah:

  • SMAN 6 Tangerang Selatan

  • SMAN 3 Tangerang Selatan

  • SMPN 4 Tangerang Selatan

  • SMPN 17 Tangerang Selatan

Aksi protes tersebut terjadi di kawasan Pamulang, terutama di wilayah Pamulang Permai dan Pamulang Barat. Warga yang tinggal hanya 7 hingga 100 meter dari sekolah merasa kecewa karena anak-anak mereka tidak lolos seleksi meskipun tinggal sangat dekat dengan lokasi sekolah.

Bentuk Kekecewaan Warga

Di SMAN 6 Tangsel, warga memasang spanduk bertuliskan penolakan dan menutup jalan lingkungan yang biasa digunakan sebagai akses utama menuju sekolah. Mereka menilai sistem penilaian domisili SPMB tidak adil karena tidak mengutamakan siswa yang tinggal di lingkungan sekolah.

“Anak-anak kami tinggal sangat dekat, tapi tidak diterima. Kami sudah sampaikan ke pihak sekolah, tapi tidak ada solusi, jadi kami terpaksa menutup jalan ini,” ujar salah satu warga, Suhendar.

Penutupan Jalan dengan Gembok

Warga di sekitar SMAN 3 Tangsel juga melakukan hal serupa. Jalan menuju sekolah digembok dan ditutup total. Mereka mengaku kecewa karena dugaan adanya ketimpangan dalam penilaian jalur domisili dan berharap aturan ini ditinjau ulang.

Beberapa spanduk protes juga dipasang di sekitar sekolah, berisi tuntutan agar anak-anak di lingkungan sekolah diberikan prioritas sesuai dengan kedekatan tempat tinggal.

Tanggapan Pihak Sekolah

Pihak sekolah, dalam hal ini Kepala SMAN 6 Tangsel, Yanto, menyatakan akan menyampaikan aspirasi warga ke Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Ia meminta warga untuk menyerahkan surat pengajuan disertai data siswa agar segera ditindaklanjuti.

Baca Juga :  66 Anak-anak di Tangerang Terjangkit Campak, Warga Diminta Siaga

“Kami sudah menangkap aspirasi warga dan siap meneruskan ke dinas provinsi. Kami harap warga bisa tetap tenang,” ujarnya.

Harapan Evaluasi Sistem Zonasi

Warga berharap pemerintah segera mengevaluasi sistem zonasi jalur domisili agar tidak merugikan siswa yang tinggal di lingkungan sekolah. Mereka juga meminta agar sistem penilaian lebih transparan dan mengutamakan anak-anak dari wilayah sekitar.

Foto: merdeka.com

Terus kunjungi website kita di AktualTangerang.com untuk lebih banyak lagi artikel seputar Tangerang Raya dan Nasional. Jangan lupa follow akun sosial media di Instagram dan Tiktok

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini