WTP Serpong Lagoon Serahkan Pengelolaan Air Bersih ke PITS

Adi Subchan - 28 October 2026

176 warga Serpong Lagoon terdampak dugaan kontaminasi E. coli. Pemkot Tangsel mendorong PITS mengambil alih pengelolaan air bersih dan meminta kompensasi. (FOTO: RRI)
176 warga Serpong Lagoon terdampak dugaan kontaminasi E. coli. Pemkot Tangsel mendorong PITS mengambil alih pengelolaan air bersih dan meminta kompensasi. (FOTO: RRI)

Aktual Tangerang – Pengelolaan instalasi pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP) Perumahan Serpong Lagoon, Tangerang Selatan, dialihkan kepada PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS). Keputusan ini diambil setelah muncul persoalan kualitas air bersih yang diduga tercemar bakteri Escherichia coli (E. coli).

Direktur PT Arfa Putra Soegama, Muslimin Bora, mengatakan penyerahan pengelolaan tersebut dilakukan setelah berbagai persoalan operasional WTP mencuat. Ia menegaskan, pengalihan itu bukan merupakan merger atau penggabungan perusahaan.

“Bukan merger, bukan B2B, tetapi diserahkan semua pengelolaannya kepada PT PITS,” ujar Muslimin usai bertemu warga Serpong Lagoon, Rabu (28/10/2026).

Menurut Muslimin, mayoritas warga sebenarnya tidak menginginkan pergantian pengelola instalasi air bersih tersebut. Namun, berbagai persoalan yang muncul membuat pihaknya sepakat menyerahkan pengelolaan WTP kepada pemerintah daerah.

Ia menyebut keputusan tersebut juga mengikuti arahan Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan. Arahan itu disampaikan saat pertemuan warga dan pengelola di Kantor Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Tangsel pada Rabu (21/10/2026).

“Jadi warga yang tadi khawatir dan suara kebersamaan tadi adalah tidak ada yang pernah menginginkan WTP ini diganti,” ucap Muslimin.

“Tapi karena dari fakta-fakta yang ada (air diduga mengandung bakteri E.Coli) dan mungkin masalah seperti ini akhirnya disepakati kita serahkan ke Pemda,” kata Muslimin.

Baca Juga :  Pemkot Tangsel Ambil Alih Pengelolaan Air Bersih Serpong Lagoon

Pengelola Siapkan Perbaikan WTP dalam 10 Hari

Selain menyerahkan pengelolaan kepada PT PITS, PT Arfa Putra Soegama menyiapkan perbaikan menyeluruh terhadap instalasi WTP. Muslimin mengatakan perbaikan tersebut ditargetkan berlangsung dalam 10 hari ke depan.

Menurutnya, langkah itu menjadi bagian dari upaya menyelesaikan persoalan pasokan air bersih di Serpong Lagoon. Namun, ia belum merinci bagian instalasi yang akan diperbaiki.

Muslimin berharap persoalan yang terjadi dapat diselesaikan melalui kerja sama seluruh pihak.

“Apa yang kemarin terjadi, kita ambil hikmahnya, penyelesaian ke depan kita selesaikan bareng-bareng,” pungkasnya.

176 Warga Alami Muntaber

Sebelumnya, ratusan warga Perumahan Serpong Lagoon mengalami gejala muntah, diare, dan demam sejak September 2026. Berdasarkan pendataan warga per 21 Oktober 2026, jumlah orang yang terdampak mencapai 176 orang.

Persoalan tersebut diduga berkaitan dengan kualitas air dari WTP yang memasok kebutuhan warga perumahan tersebut.

Baca Juga :  Air Serpong Lagoon Tercemar E. coli, Warga Tekor Rp1,5 Juta

Dugaan itu diperkuat hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel. Hasil pemeriksaan mengidentifikasi bakteri E. coli dalam air yang disalurkan kepada warga.

Kadar kontaminasi dilaporkan mencapai 955, padahal parameter tersebut semestinya menunjukkan angka nol. Temuan ini menjadi salah satu persoalan yang mendorong penyelesaian pengelolaan WTP Serpong Lagoon. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini