Aktual Tangerang – SMK Yadika 4 Ciledug menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua siswa SMP Negeri 34 Kota Tangerang dalam kecelakaan di kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan. Pernyataan tersebut disampaikan setelah tiga pelajar dari sekolah itu ditangkap terkait dugaan pengejaran menggunakan senjata tajam.
Pihak sekolah menyatakan turut berduka cita atas meninggalnya Wira Kusuma dan Azhfar Aftan Ilham. Keduanya meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpangi mengalami kecelakaan saat dikejar kelompok pelajar lain.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Keluarga besar SMK YADIKA 4 menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya ananda Wira Kusuma dan Azhfar Aftan Ilham, siswa SMP Negeri 34 Kota Tangerang,” demikian pernyataan SMK Yadika 4 melalui akun Instagram @smkyadika4, Senin (12/10/2026).
Sekolah juga mendoakan agar dosa kedua korban diampuni, amal ibadahnya diterima, dan kuburnya dilapangkan. Mereka berharap kedua korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Selain itu, pihak sekolah mendoakan keluarga korban agar diberi kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut.
Serahkan Proses Hukum kepada Polisi
SMK Yadika 4 menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan dan penanganan perkara kepada kepolisian. Pihak sekolah juga menyatakan siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum.
“Terkait peristiwa yang terjadi, SMK YADIKA 4 menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan dan penanganan perkara kepada pihak kepolisian sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.
Sekolah menyatakan akan menghormati seluruh proses hukum yang berjalan. Mereka juga siap memberikan informasi yang diperlukan untuk mendukung penanganan perkara secara objektif dan sesuai prosedur.
SMK Yadika 4 mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi mengenai peristiwa tersebut. Pihak sekolah juga meminta semua pihak menghormati privasi keluarga korban.
Sekolah kembali menyampaikan duka cita atas kecelakaan yang terjadi pada Jumat (9/10/2026), sekitar pukul 17.00 WIB.
Dua Pelajar Tewas Saat Berusaha Kabur dari Kejaran
Dua pelajar ditemukan meninggal dunia di trotoar Jalan Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Keduanya mengalami kecelakaan saat berusaha menyelamatkan diri dari kelompok pelajar yang diduga membawa senjata tajam.
Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, Iptu Wahyuni, mengatakan kedua korban sebelumnya mengikuti kegiatan suporter pertandingan futsal. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan SPBU Pertamina Alam Sutera.
“Pada saat bersamaan, kelompok pelajar lain yang diketahui berasal dari SMK Yadika 4 Ciledug datang dari arah Graha Raya. Kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam,” terang Yuni, Sabtu (10/10).
Kedua korban bersama teman-temannya kemudian berusaha menyelamatkan diri menggunakan sepeda motor. Mereka melaju menuju Sport Center Alam Sutera.
Namun, dua korban yang berboncengan terjatuh saat melintas di Jalan Sutera Utama. Lokasi kecelakaan berada di seberang pintu masuk Sekolah Laurensia.
“Dua pelajar yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah kemudian terjatuh setelah menabrak pembatas jalan dan membentur tiang listrik di pinggir jalan,” kata Yuni.
Kecelakaan tersebut menyebabkan kedua pelajar meninggal dunia di lokasi. Sementara itu, seorang pelajar lainnya berhasil menyelamatkan diri ke pos keamanan Alam Sutera.
Polisi Tangkap Tiga Pelajar dan Sita Senjata Tajam
Berdasarkan pemeriksaan luar terhadap kedua korban di RSUD Kabupaten Tangerang, polisi tidak menemukan luka akibat sabetan senjata tajam maupun luka tusuk.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan luar terhadap kedua korban di RSUD Kabupaten Tangerang, tidak ditemukan luka bekas sabetan senjata tajam maupun luka tusuk. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka memar dan lecet di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah dan dahi, yang diduga akibat benturan dengan benda keras,” ujarnya.
Setelah memeriksa lokasi dan melakukan penyelidikan, Unit Reskrim Polsek Serpong menangkap tiga pelajar yang diduga membawa senjata tajam. Ketiganya merupakan siswa SMK Yadika 4 Ciledug.
“Satu pelajar diamankan di lokasi kejadian, sedangkan dua lainnya diamankan di kediaman masing-masing,” jelas Yuni.
Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa celurit besar berwarna merah, arit, dan golok. Petugas juga mengamankan beberapa barang lain, termasuk satu unit sepeda motor.
“Saat ini, dugaan tindak pidana terkait kepemilikan senjata tajam tersebut ditangani lebih lanjut oleh Polsek Serpong sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan memperhatikan ketentuan perlindungan identitas anak yang berhadapan dengan hukum,” ungkap Yuni.
Polisi masih menangani perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Proses penanganan juga memperhatikan perlindungan identitas anak yang berhadapan dengan hukum. (*)







Leave a Reply