Aktual Tangerang – Pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Kiasnawi, tepatnya di depan Stasiun Tangerang, menolak rencana relokasi ke Pasar Anyar. Mereka khawatir pemindahan lokasi berjualan akan menurunkan pendapatan dan merugikan pedagang kecil.
Salah satu pedagang, Uci, meminta Pemerintah Kota Tangerang mempertimbangkan nasib para PKL sebelum mengambil kebijakan relokasi.
“Kita pedagang kecil, kalau ada aturan kayak gitu merugikan sih,” kata Uci saat ditemui di depan Stasiun Tangerang, Jumat (9/10/2026).
Menurut Uci, pemerintah tetap bisa menata kawasan tersebut tanpa harus memindahkan pedagang. Ia menyarankan agar lapak ditertibkan dan diatur supaya lebih rapi.
“Kalau mau ditertibkan ya bisa. Misal dirapikan, dimundurkan. Tapi kalau direlokasi gimana ya, Pasar Anyar juga jaraknya lumayan dari sini. Pemerintah cari kebijakan yang tidak merugikan coba,” tuturnya.
PKL Minta Pemerintah Benahi Penataan
Penolakan serupa disampaikan pedagang lainnya, Danil. Ia menilai kemacetan di Jalan Kiasnawi tidak semata-mata disebabkan keberadaan PKL.
Menurutnya, penataan pedagang dan parkir kendaraan yang kurang tertib turut memicu kemacetan di kawasan tersebut.
“Penyebab macet karena penataan yang kurang, bukan cuma pedagang atau angkot. Pedagang tidak tertata dan parkiran sembarangan bikin penjemput berhenti di tengah jalan. Penataan boleh saja, tapi jangan sampai merugikan pedagang,” tutur Danil.
Danil meminta pemerintah mengoptimalkan pengawasan di lapangan daripada menjadikan relokasi sebagai solusi utama. Ia menilai pedagang masih bisa ditata agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
“Kalau mau dirapikan ya dirapikan saja, jangan direlokasi. Bisa dibuat sebaris berjejer. Pemerintah pengin rapi nih, ya petugas-petugas kan dibayar sama pemerintah. Ya kerja dong! Awasi di lapangan! Kan gitu. Yang memang bandel ya ditegur!” tegasnya.
Pedagang Khawatir Pasar Anyar Sepi Pembeli
Sementara itu, Udin, pedagang yang sudah bertahun-tahun berjualan di kawasan Stasiun Tangerang, mempertanyakan alasan pemerintah baru merencanakan relokasi saat ini.
Ia mengaku telah berjualan di kawasan stasiun sejak lama, termasuk ketika masih berjualan di dalam stasiun.
“Saya sudah bertahun-tahun jualan di sini. Dari mulai jualan di atas (dalam stasiun) sampai sekarang di sini (depan stasiun), kenapa baru sekarang dipindahin?” kata Udin.
Udin juga meragukan relokasi ke Pasar Anyar dapat menjadi solusi jangka panjang. Ia memperkirakan pedagang akan kembali berjualan di depan stasiun jika lokasi baru tidak ramai pembeli.
“Kalau dipindah juga ujung-ujungnya pada balik lagi ke sini. Ya dicoba dulu saja. Kita kan cuma cari nafkah di sini. Yang bikin semrawut kan bukan cuma PKL, orang kita diam saja di sini,” keluhnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Tangerang berencana menata kawasan Jalan Kiasnawi yang menghubungkan Stasiun Tangerang hingga Pasar Anyar. Penataan tersebut dijadwalkan mulai pekan ini.
Kepala Bappeda Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, mengatakan sosialisasi kepada para PKL dijadwalkan mulai Sabtu (10/10/2026).
“Besok pagi mulai sosialisasi kepada PKL,” ujar Yeti saat dikonfirmasi, Jumat.
Setelah sosialisasi, Pemkot Tangerang menjadwalkan relokasi PKL ke Pasar Anyar pada Rabu (14/10/2026).
“Dan tanggal 14 (Oktober) sudah mulai penataan PKL ke Pasar Anyar,” kata Yeti.
Berdasarkan pantauan di Jalan Kiasnawi pada Jumat, sebuah banner putih telah terpasang di kawasan tersebut. Banner itu berisi pemberitahuan rencana penataan trotoar sekaligus permohonan dukungan dan kerja sama masyarakat. (*)







Leave a Reply