Aktual Tangerang – Wali Kota Tangerang Sachrudin menyoroti penataan parkir di kawasan Stasiun Poris. Ia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai kondisi di lapangan.
Penataan parkir menjadi salah satu perhatian dalam evaluasi kewilayahan Pemerintah Kota Tangerang. Evaluasi juga membahas jalan rusak, penerangan jalan umum (PJU), kabel semrawut, hingga kesiapan menghadapi musim hujan.
Evaluasi rutin tersebut dipimpin Sachrudin bersama Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan pada Jumat (9/10/2026).
Sachrudin menegaskan, evaluasi bulanan harus menghasilkan langkah konkret untuk memperbaiki pelayanan publik. Forum tersebut tidak boleh sekadar menjadi tempat penyampaian laporan perangkat daerah.
“Ini evaluasi yang kita laksanakan setiap bulan. Kita ingin melihat pelaksanaan program kegiatan yang dilakukan di setiap perangkat daerah maupun di wilayah, termasuk kesehatan dan puskesmas, tentang persoalan dan kendala yang ada. Kita ingin agar pelayanan masyarakat kita lebih baik lagi,” ujar Sachrudin, Jumat (9/10/2026).
Penataan parkir Stasiun Poris menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan salah satu titik mobilitas masyarakat. Pengaturan parkir dan transportasi diperlukan untuk mendukung ketertiban serta kelancaran aktivitas pengguna transportasi.
Dishub Kota Tangerang diharapkan memastikan pengelolaan parkir berjalan sesuai ketentuan. Penanganan juga perlu mengacu pada kondisi faktual agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.
Sachrudin meminta setiap perangkat daerah segera menangani persoalan sesuai tugas dan kewenangannya. Koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) diperlukan jika penyelesaian masalah melibatkan beberapa instansi.
“Semua harus kita lihat dan segera ditindaklanjuti sesuai kewenangannya,” tegasnya.
Sachrudin Minta Antisipasi Banjir Diperkuat
Selain penataan parkir, evaluasi kewilayahan turut menyoroti jalan rusak, PJU, dan kabel semrawut. Persoalan tersebut berkaitan dengan keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran aktivitas masyarakat.
Sachrudin juga mengingatkan jajarannya untuk memperkuat mitigasi banjir menjelang musim hujan. Camat dan lurah diminta mengenali titik rawan genangan di wilayah masing-masing.
Mereka juga harus memastikan saluran air, drainase, dan gorong-gorong berfungsi dengan baik. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko genangan saat hujan turun.
“Para camat, lurah harus tahu potensi masalah apa pun yang ada di wilayahnya, termasuk masalah banjir. Ajak masyarakat untuk kerja bakti, bersihkan lingkungan, terutama saluran-saluran air yang memang berpotensi menghambat aliran,” katanya.
Sachrudin turut menyoroti sampah yang berpotensi menyumbat saluran air. Ia meminta masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Selain membersihkan drainase, pemantauan cuaca dan debit Sungai Cisadane juga perlu dilakukan. Upaya tersebut bertujuan mengantisipasi dampak hujan di wilayah Bogor maupun Tangerang.
Sachrudin menegaskan, keberhasilan evaluasi kewilayahan harus diukur dari penyelesaian persoalan dan manfaatnya bagi masyarakat. Banyaknya persoalan yang dibahas dalam rapat bukan menjadi ukuran keberhasilan.
“Jangan sampai persoalan berhenti di ruang rapat. Setiap masalah harus ada tindak lanjutnya, ada penyelesaiannya, dan yang paling penting, ada manfaat yang dirasakan masyarakat,” tegasnya. (*)







Leave a Reply