Harga Cabai di Tigaraksa Naik, Omzet Pedagang Turun 30 Persen

Adi Subchan - 28 September 2026

Harga cabai di Pasar Gudang Tigaraksa naik akibat pasokan berkurang saat kemarau ekstrem. Omzet pedagang turun hingga 30 persen. (Foto: iStockphoto/ILUSTRASI)
Harga cabai di Pasar Gudang Tigaraksa naik akibat pasokan berkurang saat kemarau ekstrem. Omzet pedagang turun hingga 30 persen. (Foto: iStockphoto/ILUSTRASI)

Aktual Tangerang – Harga sejumlah jenis cabai di Pasar Gudang Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

Kenaikan harga tersebut terjadi di tengah kemarau ekstrem yang dipengaruhi fenomena El Nino Godzilla.

Pedagang cabai, Soleh (46), mengatakan kenaikan paling terasa pada harga cabai rawit merah.

Saat ini, cabai rawit merah dijual seharga Rp85.000 per kilogram. Sebelumnya, harga komoditas tersebut berada di kisaran Rp60.000 per kilogram.

Harga cabai merah keriting juga mengalami kenaikan cukup signifikan. Harganya kini mencapai Rp60.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp40.000.

“Kenaikannya beberapa minggu lalu dan itu drastis banget kenaikan harga dari pasar induknya,” ucap Soleh, Senin (28/9/2026).

Menurut Soleh, faktor cuaca menjadi salah satu penyebab berkurangnya pasokan cabai.

Baca Juga :  Pegawai Bank Keliling di Tigaraksa Diduga Disekap dan Dilecehkan Bosnya

Kemarau membuat proses budidaya cabai menjadi lebih sulit bagi petani. Sebagian tanaman cabai bahkan mengalami kerusakan akibat kondisi cuaca tersebut.

Soleh menyebut sejumlah petani di Jawa Barat mengalami gagal panen. Jawa Barat menjadi salah satu daerah yang memasok cabai ke pasar.

“Ya karena ini kan kemarau ya, kayaknya musim tanam juga susah juga. Kadang tanamannya juga banyak yang mati,” ungkapnya.

Kenaikan harga cabai turut memengaruhi daya beli masyarakat di tingkat konsumen. Pembeli kini cenderung mengurangi jumlah cabai yang dibeli.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap penjualan di kios miliknya. Dia mengaku omzet usahanya mengalami penurunan hingga sekitar 30 persen.

“Permintaannya kalau lagi mahal itu turun. Ya orang tuh biasa yang belinya sekilo, sekarang kuatnya paling belinya seperempat, setengah kilo, enggak kuat beli banyak. Kalau tinggi-tinggi harganya nggak kuat,” jelasnya.

Soleh berharap pemerintah mengambil langkah untuk mengendalikan harga cabai. Dia berharap harga cabai kembali stabil dan tidak semakin membebani pedagang maupun masyarakat.

Baca Juga :  Wanita Muda di Tigaraksa Mengaku Bunuh Suami

Keluhan serupa disampaikan konsumen bernama Tanti (37). Dia mengaku harus mengurangi jumlah cabai yang dibeli karena harganya meningkat.

“Kalau bisa mah dikurangin harganya karena kebutuhan juga banyak, belum buat anak-anak, belum buat yang lain,” ujarnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini