DPRD Kota Tangerang mendorong transformasi BUMD melalui perbaikan tata kelola, efisiensi, dan pengembangan usaha untuk meningkatkan dividen serta memperkuat PAD.
Aktual Tangerang – DPRD Kota Tangerang mendorong transformasi BUMD guna meningkatkan kontribusi dividen terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah itu dilakukan melalui perbaikan tata kelola, efisiensi operasional, dan pengembangan usaha.
Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang, Sumarti, mengatakan target dividen BUMD pada 2026 mengalami peningkatan. Karena itu, setiap perusahaan daerah perlu memperkuat kinerja agar target tersebut tercapai.
“Apalagi tahun ini ada peningkatan target dividen dari BUMD yang ada. Maka itu perlu adanya transformasi dalam tubuh BUMD guna memenuhi target tersebut,” kata Sumarti, Rabu (22/7/2026).
Menurut Sumarti, kontribusi dividen BUMD terhadap PAD masih relatif kecil. Nilainya belum mencapai satu persen dari target PAD Kota Tangerang sekitar Rp3,2 triliun.
Meski demikian, dividen tetap menjadi sumber pendapatan daerah yang stabil. Karena itu, peningkatan kinerja BUMD dinilai penting untuk memperkuat keuangan daerah.
Pada 2026, Bank BJB ditargetkan menyetor dividen lebih dari Rp14 miliar. Sementara itu, PT Tangerang Nusantara Global (TNG) ditargetkan menyumbang sekitar Rp1,8 miliar.
Target tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang mencapai sekitar Rp600 juta. Adapun Perumda Tirta Benteng tetap ditargetkan memberikan dividen sebesar Rp5,5 miliar.
Sumarti menegaskan BUMD tidak hanya bertugas memberikan pelayanan publik. Perusahaan daerah juga harus dikelola secara profesional agar mampu menghasilkan keuntungan berkelanjutan.
“BUMD tidak hanya berorientasi pada pelayanan, tetapi juga harus menjadi entitas bisnis yang sehat, profesional, dan mampu menghasilkan dividen berkelanjutan melalui penerapan tata kelola perusahaan yang baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPRD telah melakukan evaluasi terhadap kinerja BUMD selama semester pertama 2026. Langkah itu menjadi bagian dari fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Evaluasi tersebut juga bertujuan mengukur pencapaian target dividen yang telah ditetapkan dalam APBD.
Menurut Sumarti, pengawasan sejak pertengahan tahun memungkinkan berbagai kendala teridentifikasi lebih awal. Dengan begitu, langkah perbaikan dapat segera dilakukan.
“Evaluasi semester pertama ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan preventif sehingga permasalahan dapat diatasi sejak awal dan tidak perlu menunggu hingga akhir tahun anggaran,” katanya.
Ia optimistis target dividen 2026 masih dapat direalisasikan. Syaratnya, BUMD harus meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola, dan mengembangkan usaha yang menghasilkan laba berkelanjutan.
“Target tersebut masih realistis, asalkan dibarengi efisiensi operasional, tata kelola yang baik, dan pengembangan usaha yang mampu menghasilkan laba secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)










Leave a Reply