Kasus ISPA di Kabupaten Tangerang Diprediksi Naik Saat Kemarau

Adi Subchan - 15 July 2026

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, memprediksi kasus ISPA meningkat hingga 20 persen selama musim kemarau. Balita dan lansia menjadi kelompok paling rentan. (Foto: Istimewa)
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, memprediksi kasus ISPA meningkat hingga 20 persen selama musim kemarau. Balita dan lansia menjadi kelompok paling rentan. (Foto: Istimewa)

Dinkes Kabupaten Tangerang memprediksi kasus ISPA meningkat hingga 20 persen selama musim kemarau. Balita dan lansia menjadi kelompok paling rentan.

TANGERANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengantisipasi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama musim kemarau. Kenaikan kasus diperkirakan mencapai 20 persen hingga September 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan cuaca kering berpotensi mempercepat penyebaran penyakit saluran pernapasan.

Karena itu, seluruh puskesmas diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bertambahnya pasien ISPA.

“Kalau untuk kemarau ini tetap ISPA yang dominan. Kalau ISPA itu merata karena itu secara endemi itu bisa meningkat sampai 20 persen di semua Puskesmas,” ujar Hendra, Rabu (15/7/2026).

Hendra menjelaskan balita dan lanjut usia menjadi kelompok paling rentan mengalami komplikasi akibat ISPA.

Menurutnya, infeksi saluran pernapasan pada kedua kelompok tersebut dapat berkembang menjadi pneumonia apabila terlambat ditangani.

“Tapi yang rentan ISPA menjadi pneumonia itu pada lansia dan balita, kalau terjadi ISPA pada anak balita itu rentan untuk angka kematiannya lebih tinggi dan angka kesakitannya lebih tinggi,” jelasnya.

Baca Juga :  Jangan Diam! Cara Melaporkan Pungli di Kota Tangerang

Untuk mengantisipasi peningkatan kasus, Dinkes memperkuat pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan dasar.

Pemeriksaan juga dilakukan melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), terutama bagi balita yang mengalami gangguan kesehatan.

Petugas kesehatan akan memeriksa balita dengan keluhan batuk, pilek, demam, atau gejala lain.

Pemeriksaan bertujuan memastikan kondisi pasien masih berupa ISPA atau telah berkembang menjadi bronkopneumonia maupun pneumonia.

“Pneumoni di Posyandu balita pada datang itu, biasanya mereka akan mengeluh tuh ada keluhan batuk, pilek, demam, atau diare dan segala macam. Itu nanti yang akan kita identifikasi apakah ini ISPA atau sudah masuk ke dalam bronkopneumonia atau pneumonia,” pungkas Hendra. (*)

Baca Juga :  Damkar Tangsel Waspadai Lonjakan Kasus Kebakaran di Musim Kemarau

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini