Damkar Tangsel Waspadai Lonjakan Kasus Kebakaran di Musim Kemarau

Adi Subchan - 14 July 2026

Damkar Kota Tangsel mencatat 60 kasus kebakaran hingga pertengahan 2026. Korsleting listrik menjadi penyebab utama dan berpotensi meningkat saat kemarau. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)
Damkar Kota Tangsel mencatat 60 kasus kebakaran hingga pertengahan 2026. Korsleting listrik menjadi penyebab utama dan berpotensi meningkat saat kemarau. (Foto: iStockphoto/Ilustrasi)

Damkar Kota Tangsel mencatat 60 kasus kebakaran hingga pertengahan 2026. Korsleting listrik menjadi penyebab utama dan berpotensi meningkat saat kemarau.

Aktual Tangerang – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan mewaspadai lonjakan kebakaran selama musim kemarau. Hingga pertengahan 2026, jumlah kebakaran sudah mencapai 60 kasus.

Angka tersebut hampir menyamai total kejadian sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 69 kasus. Kondisi itu mendorong Damkar meningkatkan upaya pencegahan bersama masyarakat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel, Ahmad Dohiri Adam, mengatakan tren kebakaran tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau kita evaluasi, tahun 2024 itu ada 100 kejadian kebakaran. Tahun 2025 ada 69 kejadian. Nah, tahun 2026 ini baru satu semester sudah di angka 60 kejadian,” ujarnya di Kelurahan Parigi, Selasa (14/7/2026).

Adam memperkirakan jumlah kebakaran akan terus bertambah selama musim kemarau.

“Jadi (diprediksi) akan terjadi lonjakan (kebakaran), karena ini musim kemarau,” katanya.

Baca Juga :  Curug Krisis Air, 25 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Siaga

Berdasarkan evaluasi Damkar Tangsel, penyebab kebakaran masih didominasi korsleting atau arus pendek listrik.

Sekitar 75 persen kasus kebakaran dipicu gangguan pada instalasi listrik rumah.

“Kalau kita lihat dari penyebab kejadian kebakaran itu, 75 persennya akibat korsleting listrik atau arus pendek,” ucapnya.

Untuk menekan risiko kebakaran, Damkar Tangsel bekerja sama dengan PLN memberikan edukasi kepada masyarakat.

Edukasi tersebut berfokus pada perawatan instalasi listrik agar tetap aman dan sesuai standar.

Adam menilai pencegahan menjadi langkah paling efektif mengurangi angka kebakaran.

“Kita punya prinsip, kalau rumah kita aman maka kebakaran pun tidak terjadi,” kata Adam.

“Jadi sistem kita adalah bagaimana masyarakat paling tidak membentengi rumahnya sendiri supaya tidak terjadi kebakaran,” jelasnya.

Baca Juga :  Tangsel Kebanjiran Tenaga Kerja Asing, Pengangguran Meningkat?

Selain menggandeng PLN, Damkar Tangsel memperkuat peran Relawan Kebakaran atau Redkar.

Para relawan akan menjadi penggerak edukasi dan pencegahan kebakaran di lingkungan masing-masing.

“Redkar akan menjadi leader untuk edukasi dan pencegahan kebakaran dini di wilayahnya. Makanya Redkar selalu kami libatkan dalam setiap kegiatan,” pungkasnya. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini