Musim Kemarau Telah Tiba, Warga Keranggan Krisis Air Bersih

Adi Subchan - 11 July 2026

FOTO: iStockphoto/Ilustrasi
FOTO: iStockphoto/Ilustrasi

Sebanyak 22 KK di Kampung Koceak, Setu, Tangsel mengalami krisis air bersih akibat kemarau. BPBD menyalurkan 4.000 liter air bersih.

Aktual Tangerang – Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kota Tangerang Selatan. Sebanyak 22 kepala keluarga di Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, terdampak kekeringan. Sumur warga mengering sehingga kebutuhan air bersih terganggu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel segera menyalurkan bantuan air bersih. Sebanyak 4.000 liter air didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.

Komandan Peleton Satgas BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan, mengatakan warga mulai kesulitan air sejak beberapa hari terakhir.

“(Sebanyak) 20 kepala keluarga terdampak,” kata Dian, Jumat (10/6/2026).

BPBD menyalurkan air bersih untuk kebutuhan memasak, mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga.

Pasokan air didukung PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang. Distribusi menggunakan mobil tangki milik Pemkot Tangsel.

“Air bersih dipasok dengan dukungan PDAM Tirta Kerta Raharja,” ujar Dian.

Baca Juga :  Dugaan Mark Up Keran Dinkes Tangsel Dilaporkan ke Kejari

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha Sudjana, menyebut jumlah warga terdampak mencapai 22 kepala keluarga.

Air bersih disalurkan melalui dua tandon berkapasitas masing-masing 2.000 liter. Warga dapat mengambil air sesuai kebutuhan di lokasi penampungan.

“Setelah air diisi ke tandon, masyarakat tinggal mengambil sesuai kebutuhan,” kata Essa.

Kecamatan Setu Paling Rawan Kekeringan

BPBD menetapkan Kecamatan Setu sebagai wilayah paling rawan kekeringan di Tangsel. Hasil pemetaan menunjukkan potensi bahaya kekeringan mencapai 16.485,47 hektare.

Wilayah dengan kategori bahaya rendah seluas 1.246,23 hektare. Sementara kawasan dengan tingkat bahaya sedang mencapai 432,09 hektare.

“Luas total yang terkena bahaya kekeringan yaitu 16.485,47 hektare,” ujar Essa.

Menurutnya, enam kecamatan lainnya masih berada pada kategori bahaya rendah. Penilaian didasarkan riwayat kekeringan dan intensitas curah hujan.

“Wilayah paling rawan terdampak kemarau di Kecamatan Setu,” jelasnya.

Baca Juga :  Wow! Anggaran Sewa Mobil Dinas Tangsel Hampir Rp20 Miliar Setahun

Essa mengatakan Kampung Koceak menjadi kawasan langganan kekeringan setiap musim kemarau.

BMKG juga memprediksi musim kemarau tahun ini lebih kering dibandingkan rata-rata 30 tahun terakhir.

Tangsel telah memasuki musim kemarau sejak awal Juli 2026. “Tangsel awal Juli sudah masuk musim kemarau dan mulai terdampak,” ujar Essa.

Pemkot Pastikan Bantuan Terus Disalurkan

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan memastikan pemerintah merespons cepat kebutuhan warga.

Menurutnya, distribusi air bersih menjadi langkah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. “Kami ingin memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi,” kata Pilar.

Pemerintah akan terus menyalurkan bantuan jika ditemukan wilayah terdampak kekeringan.

Koordinasi juga dilakukan bersama perangkat daerah dan aparatur kewilayahan.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik serta memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” tutup Pilar. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini