Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyebut sistem sewa 194 mobil dinas lebih efisien karena biaya perawatan dan asuransi ditanggung vendor.
Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan mempertahankan sistem sewa kendaraan dinas karena dinilai lebih efisien. Skema tersebut telah diterapkan selama beberapa tahun terakhir.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan kendaraan dinasnya juga menggunakan sistem sewa.
“Sudah beberapa tahun kami memakai sistem sewa kendaraan dinas, termasuk mobil dinas saya,” kata Benyamin, Kamis (9/7/2026).
Menurut Benyamin, pemerintah hanya menanggung biaya bahan bakar kendaraan. Biaya perawatan menjadi tanggung jawab perusahaan penyedia jasa.
“Efisiensinya jelas. Kami tidak lagi menganggarkan biaya perawatan. Kami hanya membeli bahan bakar,” ujarnya.
Ia mencontohkan kendaraannya pernah mengalami lecet akibat terserempet. Perbaikan langsung dilakukan penyedia jasa tanpa membebani anggaran daerah.
“Mobil saya pernah lecet karena terserempet. Vendor memperbaikinya lalu mengembalikannya,” tutur Benyamin.
Ia menilai sistem sewa membuat kendaraan operasional selalu siap digunakan. Pemerintah juga tidak perlu mengurus servis maupun penggantian suku cadang.
Saat ditanya anggaran sewa, Benyamin meminta data dikonfirmasi kepada BKAD dan dinas teknis.
“Coba tanyakan ke BKAD atau dinas teknis. Sistem ini memang lebih memudahkan,” katanya.
Sebelumnya, Pemkot Tangsel mengalokasikan hampir Rp20 miliar untuk sewa kendaraan dinas pada 2026. Nilai anggaran mencapai Rp19,95 miliar. Anggaran tersebut meningkat sekitar Rp2,07 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Data itu tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan melalui LPSE Kota Tangerang Selatan.
Kepala Bagian Umum Setda Tangsel Herman Susilo membenarkan nilai anggaran tersebut. “Anggarannya sekitar Rp19 miliar. Nilai sewanya berbeda sesuai jenis kendaraan,” ujar Herman.
Menurut Herman, anggaran digunakan menyewa 194 unit kendaraan selama setahun. Kendaraan dipakai hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mobil itu juga digunakan kantor kecamatan dan kelurahan.
Herman menyebut terdapat empat jenis kendaraan yang disewa pemerintah. Jenisnya meliputi Toyota Innova Zenix, Mitsubishi Xpander, Hyundai, dan Toyota Avanza.
Ia tidak merinci tarif sewa setiap kendaraan. Besaran biaya berbeda sesuai tipe kendaraan.
Herman mengatakan skema sewa diterapkan sejak 2023. Kebijakan itu dinilai lebih efisien dibandingkan pembelian kendaraan baru.
“Pemerintah tidak lagi menanggung biaya perawatan, suku cadang, dan asuransi,” katanya.
“Semua menjadi tanggung jawab penyedia jasa selama masa sewa,” pungkas Herman. (*)








Leave a Reply