13,14 Persen Warga Tangsel Lansia, Jumlahnya Bertambah

Adi Subchan - 29 June 2026

FOTO: Dok Kemenpora/Ilustrasi
FOTO: Dok Kemenpora/Ilustrasi

Sebanyak 13,14 persen warga Tangsel berusia di atas 65 tahun. LANTIP hadir mendukung layanan kesehatan, sosial, dan pemberdayaan lansia.

Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan menghadapi tantangan baru akibat meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia. Saat ini, sebanyak 13,14 persen warga berusia 65 tahun ke atas.

Kondisi tersebut mendorong penguatan layanan kesehatan, sosial, dan fasilitas publik yang ramah lansia.

Upaya itu diperkuat melalui pengukuhan Pengurus Daerah Organisasi Lansia Aktif dan Peduli Indonesia (LANTIP) Kota Tangsel.

Prosesi pengukuhan berlangsung di Gedung 3 Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel. Pemerintah berharap LANTIP menjadi mitra strategis dalam menjangkau kebutuhan para lansia.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan jumlah lansia terus meningkat setiap tahun. Menurutnya, kondisi itu memerlukan pelayanan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Lansia di Tangerang Selatan jumlahnya cukup signifikan,” kata Benyamin, Senin (29/6/2026).

“Mereka bergabung dalam organisasi seperti LANTIP sehingga memudahkan pemerintah menjangkau berbagai kebutuhan mereka,” ujarnya.

Baca Juga :  Polemik Sekda Tangsel Memanas, Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa

Benyamin menjelaskan, penduduk berusia 65 tahun ke atas kini mencapai sekitar 13,14 persen. Persentase tersebut menjadi indikator penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

Menurutnya, pemerintah harus menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masyarakat usia lanjut.

Pemerintah juga menargetkan peningkatan angka harapan hidup masyarakat. Targetnya naik dari 73 tahun menjadi 74 hingga 75 tahun.

Benyamin menilai sasaran itu membutuhkan layanan kesehatan yang semakin kuat.

Pencegahan penyakit juga harus diperluas kepada kelompok lansia. Selain itu, dukungan sosial perlu diberikan secara berkelanjutan.

“Keberadaan LANTIP memudahkan pemerintah melaksanakan program kesehatan, sosial, dan pemberdayaan secara lebih efektif,” katanya.

Pemkot Tangsel juga mendorong lansia tetap aktif dalam kehidupan sosial. Pemberdayaan ekonomi menjadi bagian penting meningkatkan kualitas hidup lansia. Program tersebut akan disusun melalui organisasi kemasyarakatan hingga tingkat kelurahan.

Baca Juga :  Lansia Tabrak Pemotor hingga Tewas di Green Lake City

Sementara itu, Ketua Umum Harian Pusat LANTIP Indonesia, Ito Sumardi, mengatakan organisasinya telah berdiri selama lima tahun.

LANTIP berfokus meningkatkan kualitas hidup para lansia. Programnya mencakup kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.

“LANTIP bergerak pada pemeliharaan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan Sekolah Lansia Nasional,” ujar Ito.

Ia mengatakan program tersebut didukung rumah sakit di berbagai daerah. Menurut Ito, jaringan LANTIP terus berkembang di berbagai wilayah Indonesia.

Keanggotaan telah terbentuk di Tangsel, Jakarta, dan sejumlah daerah di Pulau Jawa. Ia berharap kolaborasi bersama pemerintah semakin diperkuat.

“Kami terus mendorong pemerintah daerah dan pusat meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan lansia di Indonesia,” pungkas Ito. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini