Waspadai Kadernya Dibajak, PDIP Pelototin PSI

Adi Subchan - 15 June 2026

Lambang PDIP Perjuangan. (Foto: Istimewa)
Lambang PDIP Perjuangan. (Foto: Istimewa)

PDIP menuding PSI merekrut kader dari berbagai partai, termasuk PDIP. PSI membantah dan menyebut perpindahan kader sebagai pilihan politik.

Aktual Tangerang – Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus menuding PSI aktif merekrut kader dari berbagai partai politik.

Menurut Deddy, perekrutan tidak hanya menyasar kader partainya saja. Sejumlah kader NasDem, Demokrat, dan PAN juga disebut menjadi target.

Pernyataan itu disampaikan menyusul kabar Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi Ketua Dewan Pembina PSI.

Deddy mengatakan PDIP terus memantau pergerakan PSI di sejumlah daerah.

“Kami terus mengawasi gerakan mereka yang berusaha membujuk kader-kader PDIP masuk PSI,” kata Deddy, Senin (15/6/2026).

Ia menyebut upaya tersebut menyasar anggota legislatif, kepala daerah, pengurus partai, hingga kader di tingkat daerah.

Baca Juga :  PDIP Tangsel Usulkan Perda Jaminan Sosial bagi Pekerja Rentan

Deddy mengaku menerima informasi adanya tawaran bantuan material kepada kader yang diajak bergabung. Namun, ia belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.

Meski demikian, Deddy menegaskan partai berlambang Banteng Moncong Putih tidak khawatir menghadapi langkah politik PSI. “Terus terang kami tidak takut,” ujarnya.

Ia menilai PSI belum mampu menembus parlemen pada Pemilu 2024 meski memiliki berbagai keuntungan politik.

Deddy juga menilai PSI berpotensi berhadapan dengan banyak partai akibat strategi perekrutan kader tersebut.

Menurutnya, gejala perpindahan kader terlihat di basis NasDem, Demokrat, dan PAN.

“Mereka tidak hanya berhadapan dengan PDIP, tetapi juga partai lain yang kadernya direkrut,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPP PSI Bestari Barus membantah tudingan partainya membajak kader politik.

Baca Juga :  Muthmainah Mundur dari Ketua DPC PKB Tangsel

Bestari menilai perpindahan kader merupakan keputusan pribadi, bukan hasil pembajakan politik.

“Sudah bosan di PDIP, lalu pindah ke PSI bersama Pak Jokowi,” kata Bestari.

Ia menyebut perpindahan kader lebih realistis dipandang sebagai pilihan politik individu.

Menurut Bestari, istilah pembajakan kader tidak tepat digunakan dalam konteks tersebut. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini