Hutan Mangrove Alihfungsi

admin - 19 May 2025

IMG-20250115-WA00231-664x431

Hutan Mangrove Tangerang Terancam, Aktivis dan Perhutani Tolak Alih Fungsi

Tangerang-Upaya perubahan fungsi Hutan Mangrove Tangerang menuai penolakan luas dari berbagai kalangan. Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) dan Perum Perhutani Banten menyatakan sikap tegas menolak pengajuan perubahan status hutan lindung seluas 1.600 hektar yang diajukan mantan Pj Gubernur Banten, Al Muktabar.

Aktivis Lingkungan Gencarkan Aksi Tanam Mangrove

Koordinator Kalung, Ade Yunus, mengatakan bahwa Hutan Mangrove Tangerang berperan vital dalam menjaga ekosistem pesisir. Ia bersama aktivis lainnya melaksanakan aksi simpatik berupa penanaman ribuan bibit mangrove di Pantai Api-Api, Mauk Barat.

“Hutan mangrove adalah benteng alami dari abrasi dan tsunami, serta rumah bagi banyak spesies perikanan. Jika dialihfungsikan, maka kerusakan ekologis akan sangat sulit dipulihkan,” tegas Ade.

Perhutani Banten Tegas Menolak Alih Fungsi

Perum Perhutani Banten juga mengambil langkah tegas dengan tidak memberikan rekomendasi perubahan fungsi hutan lindung menjadi kawasan produktif. Kepala Subseksi Hukum dan Komunikasi, Adang Mulyana, menyatakan bahwa hasil kajian menunjukkan pentingnya menjaga fungsi ekologis Hutan Mangrove Tangerang.

“Hutan lindung payau seperti ini sangat unik karena terpengaruh oleh pasang surut air laut. Jika rusak, maka fungsi alam seperti penyerap karbon, pelindung pantai, dan pengatur kualitas air akan hilang,” jelas Adang.

Hutan Mangrove Tangerang Punya Nilai Ekologis Tinggi

Hutan Mangrove Tangerang bukan hanya sekadar lahan hijau, tetapi merupakan kawasan yang menyimpan nilai ekologis sangat tinggi. Fungsi utama hutan ini meliputi penyerapan karbon, perlindungan dari abrasi dan tsunami, serta mendukung kehidupan biota laut.

Dalam konteks mitigasi bencana dan perubahan iklim, hutan mangrove adalah salah satu solusi berbasis alam yang paling efektif. Karena itu, upaya alih fungsi hutan ini dianggap sebagai ancaman langsung terhadap keberlangsungan hidup ekosistem pesisir.

Baca Juga :  Berpotensi Roboh, Jembatan Merpati Raya Ciputat Ditutup

Komitmen Rehabilitasi dan Penolakan Alih Fungsi

Ade Yunus menegaskan bahwa pihaknya bersama masyarakat akan terus melakukan aksi nyata untuk melindungi Hutan Mangrove Tangerang. Ia menyebut rehabilitasi kawasan pesisir lebih penting daripada pembangunan yang merusak.

“Kami tidak hanya menolak, tapi juga bertindak. Aksi penanaman mangrove akan terus kami gencarkan untuk menyelamatkan pesisir Tangerang dari kerusakan lingkungan,” ucapnya.

Sikap tegas dari masyarakat sipil dan lembaga resmi seperti Perhutani diharapkan dapat menjadi penyeimbang dalam pengambilan kebijakan yang menyangkut kelestarian lingkungan di wilayah pesisir.

Sumber: TangerangPos 

Terus kunjungi website kita di AktualTangerang.com untuk lebih banyak lagi artikel seputar Tangerang Raya dan Nasional. Jangan lupa follow akun sosial media di Instagram dan Tiktok 

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini