Pemkot Tangsel memasang internet gratis di 755 masjid dan mushala untuk mendukung dakwah, pendidikan, literasi digital, dan layanan masyarakat.
Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah memasang layanan internet gratis di 755 masjid dan mushala. Program ini bertujuan mendukung kegiatan pendidikan, dakwah, literasi digital, dan pelayanan masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tangsel, Asep Nurdin, mengatakan digitalisasi masjid menjadi bagian dari penguatan ekosistem masyarakat berbasis teknologi.
Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Masjid juga diharapkan menjadi pusat pendidikan, literasi, informasi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Masjid harus naik kelas. Tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat literasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis digital,” kata Asep, Selasa (2/6/2026).
Ia menjelaskan, digitalisasi masjid merupakan langkah strategis untuk menyesuaikan perkembangan teknologi. Namun, upaya tersebut tetap mempertahankan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi utama.
Karena itu, pengurus masjid didorong memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas syiar Islam. Selain itu, teknologi juga dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah.
“Kami mengajak pengurus masjid memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas syiar dan pemberdayaan umat,” ujarnya.
Pemkot Tangsel juga mendorong peningkatan literasi digital masyarakat. Pengelolaan media informasi digital masjid dinilai penting untuk mendukung pemanfaatan teknologi secara optimal.
Asep mengatakan program internet gratis telah tersedia di sekitar 5.000 titik fasilitas publik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 755 titik berada di masjid dan mushala.
“Program ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem Smart City Kota Tangerang Selatan,” katanya.
Menurut dia, perluasan akses internet dilakukan untuk menciptakan pemerataan layanan digital. Termasuk akses teknologi di lingkungan sarana ibadah.
Pengurus DKM Masjid Al Huda Jombang, Ciputat, Ustadz Hasan Asari, menyambut baik program tersebut. Ia menilai layanan internet gratis membantu meningkatkan pelayanan keagamaan dan sosial kepada jamaah.
Sementara itu, Ketua Gerakan Pejuang Shubuh, Ustadz Sartono, menilai kolaborasi pemerintah dan masjid perlu terus diperkuat.
“Kami ingin menghidupkan masjid tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga pendidikan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Sartono, pemanfaatan teknologi akan membantu umat menghadapi tantangan era digital.
Di sisi lain, nilai-nilai keagamaan tetap dapat dijaga dan diperkuat melalui kegiatan masjid. (*)











Leave a Reply