RSUD Tigaraksa mencatat 235 kasus DBD sepanjang Januari-April 2026. Dua pasien dilaporkan meninggal dunia karena datang dalam kondisi terlambat ditangani.
Aktual Tangerang – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tigaraksa mencatat kenaikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Januari-April 2026.
Tercatat sebanyak 235 pasien menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti.
Kasi Pelayanan Medik RSUD Tigaraksa Dewi Maria mengatakan terdapat dua pasien meninggal dunia. Keduanya datang dalam kondisi buruk saat tiba di rumah sakit.
“Pasien datang dalam kondisi syok dan sempat dirawat di ICU. Akhirnya tidak dapat ditolong. Total dua pasien meninggal dari 235 kasus,” ujar Dewi Maria, Selasa (25/5/2026).
Ia menegaskan angka kematian atau Case Fatality Rate (CFR) masih di bawah satu persen. Kondisi tersebut dinilai masih dalam batas kendali pelayanan kesehatan rumah sakit.
Kasus DBD mengalami peningkatan sejak awal tahun hingga Maret 2026. Setiap bulan, rata-rata pasien mencapai lebih dari 60 orang.
Memasuki April, jumlah kasus mulai menunjukkan penurunan. “Dari Januari sampai Maret rata-rata sekitar 60-an kasus per bulan,” kata Dewi.
“Pada April, kasus sudah mulai menurun dibanding bulan sebelumnya,” lanjutnya.
RSUD Tigaraksa sempat menghadapi lonjakan pasien pada awal tahun. Namun kondisi tersebut kini mulai tertangani dengan penambahan kapasitas layanan.
“Ketersediaan tempat tidur rawat inap saat ini masih mencukupi,” ujarnya.
Mayoritas pasien DBD berasal dari kelompok usia produktif. Kasus kematian banyak terjadi pada pasien lansia dengan komorbid.
Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala demam.
Penanganan lebih cepat dinilai dapat menekan risiko komplikasi DBD. (*)








Leave a Reply