Pesisir Utara Tangerang Terkena Proyek Giant Sea Wall

Adi Subchan - 21 May 2026

Pemkab Tangerang terlibat dalam proyek Giant Sea Wall Pantura Jawa yang direncanakan di wilayah Kosambi, dengan tiga konsep perlindungan pesisir. (Foto: Chatgpt/Aktual Tangerang/Ilustrasi)
Pemkab Tangerang terlibat dalam proyek Giant Sea Wall Pantura Jawa yang direncanakan di wilayah Kosambi, dengan tiga konsep perlindungan pesisir. (Foto: Chatgpt/Aktual Tangerang/Ilustrasi)

Pemkab Tangerang terlibat dalam proyek Giant Sea Wall Pantura Jawa yang direncanakan di wilayah Kosambi, dengan tiga konsep perlindungan pesisir.

Aktual Tangerang – Kabupaten Tangerang mulai terlibat dalam persiapan pembangunan Giant Sea Wall. Proyek ini merupakan bagian dari perlindungan pesisir Pantai Utara Jawa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menyebut Kecamatan Kosambi menjadi titik utama.

Ia menegaskan wilayah tersebut masuk dalam rencana pembangunan di Kabupaten Tangerang.

“Di Kabupaten Tangerang, proyek ini akan berada di sekitar Kecamatan Kosambi,” ujar Soma, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, proyek masih dalam tahap pembahasan dan koordinasi lintas daerah.

Koordinasi melibatkan Banten, Jawa Barat, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Bekasi.

Sekitar empat desa dan kelurahan di pesisir Kosambi masuk area proyek. Beberapa di antaranya adalah Kosambi Barat dan Kosambi Timur.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha, Harga Bahan Pokok di Tangsel Merangkak Naik

Soma menyebut konsep pembangunan tidak hanya berupa tanggul beton raksasa. Terdapat tiga pendekatan perlindungan pesisir yang disesuaikan kondisi wilayah.

Pendekatan pertama adalah penanaman mangrove untuk menahan abrasi. Langkah ini juga menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Pendekatan kedua berupa pembangunan breakwater atau pemecah ombak. Struktur ini ditempatkan pada titik rawan gelombang tinggi.

Pendekatan ketiga adalah pembangunan tanggul utama Giant Sea Wall. Tanggul ini berbentuk dinding penahan laut berskala besar.

“Bentuk wall-nya ada di Kosambi dan sudah pasti,” kata Soma.

Ia menjelaskan, tanggul juga akan difungsikan sebagai jalur transportasi. Bagian atasnya direncanakan menjadi jalan penghubung seperti jalan tol.

Jalur tersebut akan terkoneksi dengan jaringan jalan eksisting. Rute membentang dari Pantai Indah Kapuk (PIK) hingga Balaraja.

Panjang Giant Sea Wall di Teluk Jakarta diperkirakan 17 hingga 19 kilometer. Pembangunan membentang dari Tangerang hingga Kabupaten Bekasi.

Soma menyebut kajian teknis telah dilakukan oleh sejumlah ahli. Kajian melibatkan pakar oseanografi dan kelautan.

Pengukuran kedalaman laut juga sudah dilakukan di Teluk Jakarta. Titik terdalam disebut mencapai sekitar 19 meter.

“Kedalamannya sekitar 19 meter di titik terdalam,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Tangerang Pertegas Larangan Kabel Internet Udara

Pemkab Tangerang diminta menyiapkan sumber daya manusia. SDM tersebut akan bergabung dalam tim Badan Otorita Pantura Jawa.

Sejumlah OPD telah dilibatkan dalam tahap persiapan proyek. Di antaranya Bappeda, DTRB, dan Dinas Bina Marga.

“OPD terkait sudah disiapkan untuk mendukung badan otorita,” kata Soma.

Ia menilai proyek ini dapat menekan risiko banjir rob dan abrasi.

Selain itu, proyek dinilai mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Sektor kelautan dan perikanan disebut memiliki potensi besar.

“Potensi ekonomi pesisir sangat besar,” ujar Soma. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini