Bank Indonesia (BI) Banten dan Polda Banten memusnahkan 8.527 lembar uang palsu hasil temuan 2018–2025.
Aktual Tangerang – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten bersama Polda Banten memusnahkan uang palsu (upal). Pemusnahan berlangsung di Lapangan Tembak Polda Banten, Rabu (29/4/2026).
Total uang palsu yang dimusnahkan mencapai 8.527 lembar dari berbagai pecahan.
Kegiatan ini menjadi bagian penegakan hukum dan edukasi kepada masyarakat.
Acara dihadiri Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dan pejabat terkait lainnya.
Turut hadir Kepala BI Banten Ameriza M. Moesa dan Wakapolda Banten. Perwakilan Kejaksaan Tinggi Banten juga mengikuti kegiatan tersebut.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menjelaskan asal temuan upal. “Uang palsu ini ditemukan sejak 2018 hingga 2025,” ujar Hengki.
Temuan berasal dari berbagai transaksi keuangan masyarakat. Sebagian besar upal ditemukan saat setoran atau penukaran di bank.
“Biasanya terselip beberapa lembar, lalu terdeteksi sistem perbankan,” kata Hengki.
Selain itu, temuan berasal dari laporan perbankan di wilayah Banten. Aktivitas penukaran di money changer juga menjadi sumber temuan.
Transaksi langsung masyarakat turut menyumbang temuan uang palsu.
Pecahan upal bervariasi dari Rp5.000 hingga Rp100.000. Pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 menjadi yang paling dominan. Hal itu sejalan dengan tingginya peredaran kedua nominal tersebut.
Pemusnahan dilakukan dengan prosedur khusus agar tidak digunakan kembali. Langkah ini menjaga kepercayaan publik terhadap mata uang rupiah.
Kepala BI Banten Ameriza M Moesa menekankan kewaspadaan masyarakat.
“Masyarakat harus mengenali ciri keaslian uang dengan metode 3D,” ujar Ameriza.
Metode 3D meliputi dilihat, diraba, dan diterawang.
Ia meminta masyarakat segera melapor jika menemukan uang mencurigakan.
“Laporkan ke Bank Indonesia atau pihak berwenang,” katanya.
Pihak kepolisian memastikan pengawasan akan terus ditingkatkan. Penindakan terhadap pelaku pemalsuan uang juga akan diperketat.
Praktik tersebut dinilai merugikan ekonomi dan sistem keuangan.
Pemusnahan ini diharapkan menekan peredaran uang palsu di Banten. ***









Leave a Reply