Proyek Sampah Jadi Listrik Tangsel Mulai Digarap

Adi Subchan - 09 April 2026

Warga Kecamatan Pinang mengeluhkan bau menyengat, kebisingan, dan dampak kesehatan dari aktivitas lapak sampah di Kunciran. (Foto: Kompas.com/Ilustrasi)
Warga Kecamatan Pinang mengeluhkan bau menyengat, kebisingan, dan dampak kesehatan dari aktivitas lapak sampah di Kunciran. (Foto: Kompas.com/Ilustrasi)

OASA dan BIPI bekerja sama mengembangkan proyek PSEL Tangsel senilai Rp2,6 triliun dengan teknologi ramah lingkungan.

Aktual Tangerang – PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) menggandeng PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). Keduanya akan mengembangkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik di Tangerang Selatan.

Proyek tersebut dikenal sebagai PSEL atau waste to energy (WTE) Cipeucang.

Kerja sama dilakukan melalui PT Indoplas Energi Hijau (IPE). IPE nantinya bermitra dengan perusahaan asal China, China Tianying Inc.

Sebelumnya, kedua pihak membentuk perusahaan patungan untuk proyek ini. Perusahaan itu bernama PT Indoplasat Tianying Energy (ITE).

ITE akan menjadi pengelola utama proyek PSEL Tangsel.

Baca Juga :  Tak hanya Sampah, Tangsel Juga Darurat Jalan Berlubang

Direktur OASA, Chandra Devikemalawaty, menjelaskan struktur transaksi terbaru. OASA melalui anak usaha menjual sebagian saham IPE kepada BIPI. Nilai transaksi tersebut mencapai Rp500 juta.

“Penjualan saham dilakukan berdasarkan akta keputusan rapat,” ujar Chandra, Rabu (8/4/2026).

Ia menyebut transaksi mengacu pada akta tertanggal 6 April 2026. Setelah transaksi, BIPI menguasai 20 persen saham IPE. Sementara itu, OASA tetap memegang 80 persen saham.

Dengan komposisi ini, OASA tetap menjadi pengendali IPE.

Proyek PSEL Tangsel menggunakan skema build-operate-transfer selama 30 tahun. Nilai investasi proyek ini mencapai Rp2,6 triliun.

Konstruksi direncanakan dimulai pada awal 2026. Proyek ditargetkan selesai dalam waktu tiga tahun.

Fasilitas ini mampu mengolah 1.100 ton sampah per hari. Teknologi yang digunakan adalah moving grate incinerator modern. Teknologi ini dinilai ramah lingkungan.

Listrik yang dihasilkan diperkirakan mencapai 23,5 megawatt.

Baca Juga :  Dibiarkan Setahun, Sampah Menggunung di Stasiun Jurangmangu

Di pasar saham, OASA mencatat kenaikan signifikan. Saham OASA naik 24,4 persen ke level Rp306.

Sementara itu, saham BIPI juga menguat pada penutupan perdagangan. Saham BIPI naik 13,3 persen ke posisi Rp238. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini