Pemkot Tangsel Siapkan Strategi Hadapi Inflasi Pasca Lebaran

Adi Subchan - 26 March 2026

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan soal kebijakan TPP ASN Pemkot Tangsel yang menuai kritik akibat dugaan ketimpangan antar jabatan dan potensi pelanggaran prinsip objektivitas. (Foto: Dok PemkotTangsel)
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan soal kebijakan TPP ASN Pemkot Tangsel yang menuai kritik akibat dugaan ketimpangan antar jabatan dan potensi pelanggaran prinsip objektivitas. (Foto: Dok PemkotTangsel)

Pemkot Tangsel siapkan strategi jaga daya beli warga pasca Lebaran 2026 di tengah dampak konflik global dan kenaikan harga energi.

Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menyiapkan strategi menjaga stabilitas ekonomi pasca Lebaran 2026.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Konflik di kawasan Teluk Persia masih berlangsung hingga saat ini.

Ketegangan melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS). Konflik memicu kekhawatiran terhadap dampak ekonomi global dan nasional.

Serangan gabungan AS dan Israel ke Iran terjadi pada akhir Februari 2026. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS. Serangan juga menyasar sejumlah titik strategis di kawasan Timur Tengah.

Situasi memanas setelah Iran menutup Selat Hormuz. Penutupan jalur ini berdampak besar terhadap distribusi energi global.

Baca Juga :  Rupiah Menguat ke Rp16.870, Sentimen Global Masih Bayangi Pergerakan

Sekitar 20 hingga 25 persen perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap hari. Gangguan distribusi berpotensi memicu kenaikan harga energi dan kebutuhan pokok.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengaku terus memantau perkembangan situasi global.

“Pemerintah mencermati dampak konflik terhadap harga kebutuhan pokok,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Ia menilai konflik berpotensi memicu kelangkaan energi dan gangguan distribusi barang. Kondisi tersebut dapat berdampak pada kenaikan inflasi di daerah.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Tangsel mempercepat realisasi belanja daerah. Langkah ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.

Benyamin menegaskan belanja pemerintah akan dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

“Kami menjaga konsumsi domestik melalui percepatan belanja pemerintah daerah,” jelasnya.

Baca Juga :  Hemat BBM, Pemkab Tangerang Berencana Terapkan WFH ASN

Selain itu, Pemkot Tangsel telah melakukan intervensi sejak awal Ramadan. Upaya dilakukan melalui program sosial dan stabilisasi harga pangan.

Pemkot Tangsel menggelar bazar murah di tujuh kecamatan di Tangerang Selatan. Intervensi harga dilakukan untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pokok.

Distribusi zakat, infak, dan sedekah juga diperkuat melalui masjid setempat. Program tersebut dinilai membantu menjaga keseimbangan ekonomi masyarakat.

“Penyaluran bantuan sosial berjalan baik dan tepat sasaran,” kata Benyamin.

Ia menegaskan langkah tersebut untuk menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga. Strategi ini juga bertujuan mempertahankan daya beli masyarakat pasca Lebaran.

“Ini bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat,” tutupnya. (Penulis: Robby Kurniawan)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini