Beberapa negara Timur Tengah menutup sementara wilayah udaranya. Kebijakan itu memicu pembatalan dan penundaan penerbangan internasional.
Maskapai terdampak antara lain Qatar Airways. Selain itu, Emirates dan Etihad Airways ikut menyesuaikan jadwal. Turkish Airlines juga dilaporkan membatalkan sejumlah rute.
Rute Jeddah dan Doha termasuk yang terdampak kebijakan tersebut. Padahal jalur itu menjadi transit utama jamaah Indonesia.
Natria Baskoro, jamaah asal Indonesia, kini berada di Madinah. Ia seharusnya pulang ke Indonesia pada Ahad (1/3/3026). Penerbangannya dijadwalkan transit di Doha.
“Sampai sekarang kami masih menunggu kepastian dari maskapai,” kata Natria.
Ia memastikan kondisi Madinah tetap aman dan kondusif. “Ibadah tetap berjalan normal tanpa gangguan,” ujarnya.
Namun, sebagian jamaah mengaku cemas dengan perkembangan situasi regional. “Kami berharap konflik tidak meluas,” kata Natria.
Ia juga berharap penerbangan segera kembali normal. Eskalasi terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan operasi militer terhadap Iran. Teheran kemudian merespons dengan serangan balasan.
Beberapa negara Teluk meningkatkan kewaspadaan penerbangan sipil. Qatar dan Uni Emirat Arab membatasi lalu lintas udara.
Otoritas penerbangan masih mengevaluasi situasi keamanan kawasan. Maskapai menunggu kepastian sebelum membuka rute secara penuh.
Jamaah diminta memantau informasi resmi maskapai dan biro perjalanan. Penjadwalan ulang akan diumumkan sesuai perkembangan situasi. (Penulis: Robby Kurniawan)
Leave a Reply