Lebak Kemarau Kekeringan

admin - 09 May 2025

IMG_20250509_165022

Lebak Kekeringan Kemarau: BPBD Imbau Warga Siaga Hadapi Ancaman Musim Kering

Tangerang – Musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung pada Juni hingga Agustus 2025 membawa ancaman kekeringan serius di wilayah Kabupaten Lebak. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Banten, termasuk Lebak, diperkirakan akan mengalami musim kemarau panjang dengan puncaknya pada Agustus mendatang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, mengimbau masyarakat untuk siaga menghadapi dampak musim kemarau. Wilayah Lebak sebagai salah satu daerah terluas di Provinsi Banten berpotensi besar terdampak kekeringan, terutama pada sektor pertanian dan ketersediaan air bersih.

“Pada Mei dan Juni 2025, beberapa wilayah seperti Lebak, Pandeglang bagian utara, dan Serang bagian barat akan mulai terdampak kemarau. Warga diimbau untuk mulai mengambil langkah antisipatif,” kata Febby, Jumat (9/5/2025).

Ancaman Kekeringan di Lebak Semakin Nyata

Fenomena kekeringan kemarau di Lebak sebelumnya telah dirasakan warga, terutama di Kecamatan Warunggunung. Salah satu warga, Rumhana, mengungkapkan kekhawatirannya bila musim kemarau tahun ini kembali seburuk 2024.

“Semoga kemarau tahun ini tidak separah tahun lalu. Kami sampai kesulitan air bersih untuk minum,” ujarnya.

Kekeringan tidak hanya berdampak pada kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga berpengaruh pada produksi pertanian yang menjadi sumber penghidupan mayoritas penduduk Lebak.

Rekomendasi Mitigasi untuk Hadapi Kemarau

Untuk meminimalisir dampak kekeringan di Lebak akibat kemarau, BPBD memberikan beberapa langkah mitigasi, khususnya untuk sektor pertanian:

  1. Penyesuaian Jadwal Tanam: Petani disarankan menanam lebih awal untuk menghindari fase kritis tanaman terjadi di puncak musim kering.

  2. Pemilihan Varietas Tahan Kekeringan: Gunakan benih yang lebih hemat air dan memiliki masa tanam pendek.

  3. Pengelolaan Irigasi: Optimalkan sumber air yang tersedia dan bangun penampungan air sederhana.

  4. Penggunaan Mulsa dan Teknik Konservasi Air: Mengurangi penguapan dan menjaga kelembaban tanah lebih lama.

Siaga Hadapi Kemarau, Peran Warga Sangat Penting

BPBD juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat untuk menjaga sumber air bersih dan tidak melakukan pembakaran lahan saat musim kemarau. Langkah kolektif ini dinilai krusial untuk menekan dampak negatif kekeringan, terutama di daerah-daerah rawan seperti Kabupaten Lebak.

Dengan perencanaan dan kesadaran bersama, ancaman Lebak kekeringan kemarau diharapkan dapat diminimalisir, dan masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas pertanian serta memenuhi kebutuhan dasar secara layak.

Sumber: Radar Banten

Foto: satelitnews.com

Terus kunjungi website kita di AktualTangerang.com untuk lebih banyak lagi artikel seputar Tangerang Raya dan Nasional. Jangan lupa follow akun sosial media di Instagram dan Tiktok

 

Baca Juga :  Kalimat Mutiara Spesial Hari Kartini: Penyemangat Ibu dan Perempuan Indonesia

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini