Pemkot Tangsel Perkuat Satgas Cegah Bullying di Sekolah

Adi Subchan - 29 April 2026

FOTO: canva.com/Ilustrasi
FOTO: canva.com/Ilustrasi

Pemkot Tangsel mengoptimalkan Satgas sekolah untuk mencegah terjadi bullying. Pilar Saga Ichsan minta sekolah lebih responsif dan serius.

Aktual Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperkuat pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.

Upaya dilakukan dengan mengoptimalkan peran Satuan Tugas (Satgas) di setiap sekolah.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan memastikan seluruh sekolah telah memiliki Satgas.

Satgas tersebut bertugas menangani dan mencegah kekerasan, termasuk perundungan.

“Setiap sekolah sudah memiliki Satgas yang terdiri dari guru dan kepala sekolah,” ujar Pilar, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga :  Lapangan Padel Ilegal Menjamur di Tangsel, Pemkot Lakukan Penertiban

Ia menjelaskan, anggota Satgas telah mendapatkan pelatihan khusus. Namun, efektivitas pencegahan bergantung pada keseriusan pihak sekolah.

“Kalau dijalankan serius, perundungan seharusnya bisa dicegah,” katanya.

Pilar menilai tanda-tanda perundungan dapat dikenali sejak dini oleh tenaga pendidik. Guru, wali kelas, dan kepala sekolah diminta lebih peka terhadap kondisi siswa.

“Ciri-cirinya bisa terbaca, jadi harus lebih responsif,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui sosialisasi rutin. Pembinaan dilakukan bersama instansi terkait, termasuk Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak.

Jika ada laporan, pihak sekolah diminta segera menindaklanjuti. Peran guru bimbingan konseling dinilai penting dalam penanganan awal.

“Setiap aduan siswa harus segera ditangani dan dibina,” tegasnya.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Banten Rabu 29 April, Hujan Ringan Merata

Pilar menyebut sanksi dapat diberikan jika pelaku tidak menunjukkan perubahan. Langkah tersebut bertujuan memberi efek jera kepada pelaku.

“Bukan untuk menghentikan pendidikan, tetapi agar pelaku menyadari kesalahannya,” jelasnya.

Ia mengingatkan pentingnya pengawasan agar kasus tidak berkembang serius.

“Jangan sampai berdampak fatal akibat kurangnya pengawasan,” pungkasnya. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini