Disiplin Jadi Kunci Soft Tennis Menuju Asian Games

Iskandar Noer - 14 April 2026

Pelatnas Soft Tennis Indonesia fokus pada disiplin dan intensitas latihan demi target medali Asian Games 2026 di Jepang. (Foto: Istimewa)
Pelatnas Soft Tennis Indonesia fokus pada disiplin dan intensitas latihan demi target medali Asian Games 2026 di Jepang. (Foto: Istimewa)

Pelatnas Soft Tennis Indonesia fokus pada disiplin dan intensitas latihan demi target medali Asian Games 2026 di Jepang.

Aktual Taangerang – (JAKARTA) Pelatnas Soft Tennis Indonesia memasuki fase krusial sejak dimulai 1 Maret 2026.

Atlet ditempa dengan latihan intensif demi target Asian Games 2026 di Jepang.

Ketua Umum PP Soft Tennis Awal Chairuddin menyebut lokasi pelatnas dipilih secara strategis. Menurutnya, kawasan Hotel Sultan, Senayan, mendukung efisiensi dan efektivitas program latihan.

“Kami fokus pada efisiensi dan intensitas latihan atlet setiap hari,” ujar Awal.

Keterbatasan lapangan menjadi pertimbangan utama dalam penentuan lokasi pelatnas tersebut. Namun, fasilitas pendukung dinilai mampu menjaga kualitas latihan tetap optimal.

Atlet mendapat akses hunian, kolam renang, dan pusat kebugaran dalam satu kawasan. “Semua kebutuhan tersedia tanpa membuang waktu perjalanan atlet,” kata Awal.

Baca Juga :  JPE Selangkah ke Grand Final Proliga 2026

Program pelatnas dirancang selama enam bulan dengan fokus pemadatan pada tiga bulan awal.

Pada fase awal, latihan fisik mendominasi hingga 70 persen dari total program. Sementara itu, porsi latihan teknik berada di kisaran 30 persen.

Pendekatan ini bertujuan membangun fondasi kebugaran sebelum penguatan teknik.

Sekjen PP Soft Tennis Buyung Wijaya Kusuma menyebut agenda uji coba telah disiapkan. Tim direncanakan menjalani training camp di Korea Selatan selama dua pekan.

Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang. Selain itu, atlet akan mengikuti dua turnamen di kota berbeda.

“Uji coba penting untuk mengukur kesiapan atlet menghadapi kompetisi,” ujar Buyung.

Namun, penyesuaian program berpotensi terjadi akibat dinamika anggaran. Rencana pelatihan lanjutan di China Taipei kemungkinan tidak terealisasi.

Fokus uji coba kini diprioritaskan di Korea Selatan sebagai pusat persiapan. Meski demikian, perkembangan atlet menunjukkan tren yang cukup positif.

Pelatih mencatat peningkatan fisik dan teknik selama pelatnas berlangsung. Disiplin tinggi menjadi faktor utama dalam peningkatan performa atlet.

Pemantauan rutin menunjukkan kondisi fisik atlet terus mengalami peningkatan. Kemampuan teknik juga berkembang meski belum mencapai performa puncak. Hal ini menumbuhkan optimisme menghadapi persaingan tingkat Asia.

Jepang dan Korea Selatan menjadi target uji coba berikutnya. Agenda tersebut penting untuk meningkatkan mental bertanding atlet.

“Ini penting untuk membangun kepercayaan diri menghadapi tekanan pertandingan,” kata Buyung.

Pelatnas hanya berlangsung enam bulan sehingga intensitas latihan ditingkatkan. Atlet menjalani dua sesi latihan setiap hari, pagi dan sore.

Waktu pemulihan difokuskan pada akhir pekan untuk menjaga kondisi tubuh. Pendekatan ini dilakukan untuk mengoptimalkan waktu persiapan yang terbatas.

Baca Juga :  Pelita Jaya Rekrut Perrin Buford untuk Playoff IBL

Manajer tim, Ferly Montolalu, menegaskan target prestasi tidak berubah. Indonesia membidik dua medali perak dari nomor beregu putra dan campuran.

Menurut Ferly, persaingan di Asia masih didominasi Jepang dan Korea Selatan. China Taipei juga menjadi salah satu kekuatan utama di cabang ini.

“Kami tetap menargetkan dua medali perak dari nomor unggulan,” ujar Ferly.

Komposisi atlet pelatnas saat ini belum bersifat final. Evaluasi ketat akan dilakukan dalam tiga bulan pertama pelatnas.

Atlet yang tidak memenuhi standar berpotensi diganti. “Tidak ada jaminan posisi bagi atlet yang tidak berkembang,” tegas Ferly.

Sistem ini membuka persaingan sehat di dalam tim nasional. Peluang tetap terbuka bagi atlet di luar pelatnas.

Pelatnas kini menjadi arena latihan sekaligus seleksi ketat. Hanya atlet terbaik yang akan tampil di Asian Games 2026.

Tim Soft Tennis Indonesia menunjukkan progres yang cukup menjanjikan. Optimisme pun terjaga untuk bersaing di level Asia. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini