Sirnas Padel Jakarta 2026 Jadi Pintu Menuju Olimpiade 2032

Iskandar Noer - 15 February 2026

Sirkuit Nasional (Sirnas) Padel Open 2026 Seri Jakarta berlangsung sukses di Bandeja Padel Arena Jakarta Utara. (Foto: Istimewa)
Sirkuit Nasional (Sirnas) Padel Open 2026 Seri Jakarta berlangsung sukses di Bandeja Padel Arena Jakarta Utara. (Foto: Istimewa)

Sirnas Padel Open 2026 Seri Jakarta berlangsung sukses. Armando/Marc juara kategori Open Men, Fadona/Novela juara kategori Open Women.

Aktual Tangerang – Sirkuit Nasional (Sirnas) Padel Open 2026 Seri Jakarta berlangsung sukses di Bandeja Padel Arena Jakarta Utara.

Turnamen ini digelar Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) pada 12–15 Februari 2026.

Partai final empat kategori digelar Minggu (15/2/2026) dengan atmosfer meriah. Penonton memenuhi arena, sementara siaran daring juga disaksikan ribuan penggemar padel.

Puncak pertandingan terjadi di nomor Open Men. Pasangan Armando Sumarno dan Marc Bernils Garcia tampil dominan sejak awal laga.

Mereka menundukkan Giorgio Sumarno dan Sergi Lorenz dengan skor 2-0. Kemenangan tersebut memastikan Armando/Marc menjadi juara Open Men Sirnas Jakarta.

Pada nomor Open Women, duel final berlangsung ketat dan menarik. Fadona Kusuma dan Novela Rezha tampil konsisten sepanjang pertandingan.

Mereka mengalahkan Beatrice Gumulya dan Albina Khabibulina di laga puncak. Fadona/Novela akhirnya memastikan gelar juara Open Women Sirnas Jakarta.

Ketua Umum PBPI Galih Dimuntur Kartasasmita menilai Sirnas menjadi fondasi pembinaan nasional. Ia menyebut Sirnas berperan penting dalam membangun sistem pemeringkatan atlet padel Indonesia.

“Alhamdulillah, penyelenggaraan berjalan tepat waktu dan lancar,” kata Galih.

Ia mengaku paling terharu dengan hadirnya kategori usia muda dalam Sirnas 2026.

Baca Juga :  Sirnas Padel Open 2026 Jakarta Pecahkan Rekor Peserta

Sirkuit Nasional (Sirnas) Padel Open 2026 Seri Jakarta berlangsung sukses di Bandeja Padel Arena. Turnamen ini digelar Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) pada 12–15 Februari 2026. (Foto: Istimewa)

“Yang membahagiakan adalah hadirnya kategori usia 14 dan 16 tahun,” ujar Galih.

Ia menyebut kategori junior menjadi investasi penting untuk masa depan padel nasional. “Ini bukan hanya kompetisi, tapi investasi masa depan padel Indonesia,” katanya.

Galih menegaskan PBPI ingin membangun jalur pembinaan yang berjenjang dan terukur.

Menurut Galih, Sirnas membantu PBPI memetakan talenta terbaik secara objektif. Hasil kompetisi digunakan sebagai dasar scouting atlet menuju ajang internasional.

“Sirnas menjadi pintu masuk awal pembentukan data atlet dari berbagai kelompok umur,” ucapnya.

PBPI menargetkan pembinaan ini mengarah pada event Asia hingga Olimpiade.

Galih menyebut target jangka pendek PBPI adalah Junior Asia Cup. Sementara visi jangka panjang PBPI adalah mengantar atlet menuju Olimpiade 2032.

Baca Juga :  Rakernas PBPI Bahas Peluang Padel Masuk DBON

Galih Dimuntur Kartasasmita Ketua Umum PBPI saat diwawancara awak media pada event turnamen Sirkuit Nasional (Sirnas) Padel Open seri 1 Jakarta di Bandeja Padel Arena Jakarta Utara, 12 hingga 15 Februari 2026. (Foto : Istimewa)

“Target jangka panjangnya Olimpiade 2032,” ujar Galih.

Ia menilai database atlet sangat krusial untuk pembinaan yang berkelanjutan.

Sirnas Jakarta juga mencatat sejarah dengan dibukanya nomor nasional kelompok usia U-14 dan U-16. Sebanyak 28 pasangan putra ambil bagian pada kategori junior.

Sejumlah pasangan putri dari berbagai daerah juga ikut bertanding. Peserta melibatkan pengurus provinsi PBPI dari banyak wilayah di Indonesia. “Antusiasme orang tua luar biasa,” kata Galih.

Ia menyebut banyak orang tua langsung menanyakan seri Sirnas berikutnya. “Mereka bahkan sudah bertanya seri berikutnya digelar di mana,” ujar Galih.

Ia menilai hal itu menunjukkan ekosistem padel usia dini mulai tumbuh.

Penutupan turnamen turut dihadiri Sekretaris Jenderal KONI, Tb. Lukman Djajadikusuma.
Kehadiran KONI dinilai memperkuat dukungan terhadap perkembangan olahraga padel.

Dari sisi atlet, Armando Sumarno mengaku bersyukur meraih gelar bersama Marc.
Ia menyebut ini gelar pertamanya setelah beralih dari tenis ke padel.

“Ini gelar pertama saya bersama Marc,” kata Armando.

Ia mengaku kemenangan tersebut menjadi momen penting dalam kariernya. “Saya datang dari latar belakang tenis,” ujar Armando.

Ia menilai disiplin latihan menjadi kunci keberhasilannya di Sirnas Jakarta. “Kuncinya sederhana: latihan keras dan disiplin,” ucapnya.

Armando juga menekankan pentingnya kesiapan fisik dalam menghadapi kompetisi. “Skill itu penting, tapi fisik adalah fondasi,” katanya.

Ia menyebut fisik kuat menentukan konsistensi permainan selama turnamen berlangsung. “Kemenangan ini saya persembahkan untuk orang tua saya,” ujar Armando.

Ia berharap prestasi ini menjadi motivasi menghadapi seri Sirnas berikutnya. ***

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini