Penyebab, Penanganan, dan Pencegahan Cedera Engkel

Adi Subchan - 24 March 2026

Cedera engkel, atau ankle sprain, adalah salah satu cedera paling umum dalam olahraga. Kondisi ini muncul saat ligamen pergelangan kaki teregang atau robek akibat gerakan tiba-tiba. (Foto: Ist/Ilustrasi)
Cedera engkel, atau ankle sprain, adalah salah satu cedera paling umum dalam olahraga. Kondisi ini muncul saat ligamen pergelangan kaki teregang atau robek akibat gerakan tiba-tiba. (Foto: Ist/Ilustrasi)

Pelajari penyebab, gejala, dan penanganan cedera engkel. Simak tips rehabilitasi dan pencegahan ankle sprain di RS Premier Bintaro.

Aktual Tangerang – Cedera engkel, atau ankle sprain, adalah salah satu cedera paling umum dalam olahraga. Kondisi ini muncul saat ligamen pergelangan kaki teregang atau robek akibat gerakan tiba-tiba.

Pendaratan yang salah atau terinjak pemain lain juga dapat memicu cedera ini.

Olahraga seperti basket, futsal, lari, dan voli meningkatkan risiko ankle sprain.

Penyebab Ankle Sprain

Beberapa faktor yang sering memicu ankle sprain antara lain:

  • Permukaan lapangan yang tidak rata
  • Sepatu olahraga yang kurang mendukung
  • Otot stabilisator pergelangan kaki lemah
  • Riwayat cedera engkel sebelumnya

Tanpa rehabilitasi yang tepat, ankle sprain berisiko kambuh dan menjadi masalah kronis.

Baca Juga :  Timnas Hockey Putra Matangkan Persiapan Kualifikasi Asian Games 2026

Gejala Cedera Engkel

Tanda umum cedera engkel meliputi:

  • Nyeri saat menapak atau memutar pergelangan kaki
  • Pembengkakan dan memar di sekitar engkel
  • Keterbatasan gerak dan rasa tidak stabil
  • Kadang terdengar bunyi “krek” saat cedera terjadi

Tingkat Keparahan Cedera Engkel

Cedera engkel dibagi menjadi tiga derajat keparahan:

  • Derajat 1: Peregangan ringan tanpa robekan ligamen, nyeri minimal
  • Derajat 2: Robekan sebagian ligamen, disertai pembengkakan dan nyeri sedang
  • Derajat 3: Robekan total ligamen, nyeri berat dan ketidakstabilan signifikan

Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan fisik, dan bila perlu dibantu USG atau MRI.

Penanganan dan Rehabilitasi

Penanganan awal mengikuti prinsip RICE:

  • Istirahat, hindari memberi beban pada engkel
  • Kompres dingin 15-20 menit beberapa kali sehari
  • Gunakan pembalut elastis atau ankle support
  • Angkat kaki lebih tinggi saat beristirahat

Program rehabilitasi ankle sprain salah satunya dapat dilakukan di Orthosports Wellness Center, RS Premier Bintaro. Fasilitas yang didapat meliputi:

  • Latihan penguatan otot pergelangan kaki dan betis
  • Latihan keseimbangan (balance training)
  • Edukasi mendarat dan postur tubuh yang benar

Tujuan rehabilitasi mencegah chronic ankle instability akibat cedera berulang atau pemulihan tidak optimal.

Baca Juga :  Raih Emas ASEAN Para Games, Ferry Pradana Kantongi Rp1 Miliar

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke Orthosports Wellness Center jika:

  • Nyeri dan pembengkakan tidak membaik dalam 3 hari
  • Engkel terasa longgar atau goyah saat berjalan
  • Sulit menapak atau menanggung beban kaki

Penanganan cepat mempercepat pemulihan dan mencegah komplikasi jangka panjang.

Sebagai informasi, Orthosports Wellness Center menyediakan diagnosis cedera olahraga, terapi fisik, dan pencegahan cedera ulang.

Tim terdiri dari dokter spesialis kedokteran olahraga, ortopedi, dan fisioterapis berpengalaman. (Penulis: Iskandar Noer)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini