Pekan ke-5 Pagustas Soccer League (PSL) 2026 semakin semarak dengan antusiasme pemain hingga dukungan suporter yang tak kalah seru
Aktual Tangerang – Para pemain Sekolah Sepak Bola (SSB) masuk ke lapangan dengan penuh percaya diri, walau masih terlihat ciri khas anak-anaknya. PSL 2026 ini memanfaatkan luas lapangan sepak bola yang terbagi menjadi empat tempat bertanding.
Penonton yang sebagian besar orang tua siswa SSB lumayan banyak berbaris di pinggir lapangan. Lapak penggiat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tersebar di beberapa titik menawarkan produk makanan dan minuman.
Tempat parkir kendaraan motor persis di samping lapangan pun penuh. Begitu juga dengan parkir mobil terlihat ramai dari biasanya. Suasana hidup dan meriah.
Pekan ke-5 turnamen sepak bola usia dini PSL 2026 ini dihelat di dua lapangan berbeda. Kategori di bawah usia 8 tahun dan 10 tahun di Lapangan Bina Remaja, Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan.
Sedangkan di bawah usia 12 tahun di Lapangan Permata Curug, Gunung Sindur, Bogor. Sebanyak 17 SSB U-8 berpartisipasi dalam PSL 2026. Sementara kategori U-10 lebih banyak, yakni 24 SSB terbagi dalam Grup A dan B. Masing-masing grup diisi 12 peserta.
Kategori U-12 sebanyak 25 peserta, lebih banyak dari U-10. Hanya saja, tetap dibagi menjadi dua grup, dengan satu grup berjumlah 13 SSB.
Jiwa Kompetisi Terasa
Memasuki pekan ke-5, para pemain terlihat menikmati pertandingan, juga ngotot menyerang guna menjebol gawang lawan. Suasana yang terbangun di lapangan pun kental dengan kompetisi.
Kehangatan semakin tercipta dengan kehadiran penonton di pinggir lapangan. Mereka berbaris di pinggir lapangan menggunakan topi atau payung sebagai pelindung sorot matahari.
Tidak sedikit yang memilih duduk di bawah pohon. Gemuruh teriakan dan tepuk tangan saat timnya cetak gol tercipta.
Teriakan bernada instruksi selayaknya seorang pelatih pun kerap terlontar dari penonton di pinggir lapangan.
Pemilik SSB Persera Rawa Buntu, Suwandi Gandhi mengatakan PSL 2026 ini berperan penting dalam melihat talenta dan potensi khususnya bagi anak didik.
“Saya ingin PSL lebih bisa diperhatikan dari semua kalangan, baik PSSI dan stakeholder lainnya,” ujar Suwandi Gandhi.
Asisten Pelatih Popda Tangerang Selatan 2026 ini juga mengungkapkan tantangan pembinaan anak usia dini ini mudah bosan. Keberadaan even seperti PSL, Piala Presiden usia dini ini bisa menjadi alternatif sebagai penawar kejenuhan bagi siswa.
“(anak bosan) Ini tantangan pelatih, untuk menghindari dengan ikut kejuaraan seperti PSL CSL, atau Piala Presiden,” ujar Pelatih Gala Siswa Indonesia (GSI) Banten tahun 2018 .
Putaran Berdasarkan Klasemen
Ketua Pagustas Periode 2026-2028 Naman Mansur mengatakan PSL 2026 ini masih menyisakan beberapa pekan di setiap kelompok usia. Setelah ini, turnamen berlanjut berdasarkan pengelompokan peringkat.
Gambarannya, akan ada tiga klaster yakni Emas, Perak dan Perunggu. Setiap level ini tergantung peringkat SSB di klasemen akhir.
“Nanti akan dibuat klaster Emas, misalnya SSB peringkat satu sampai empat klasemen akhir akan bertemu, begitu seterusnya untuk Perak dan Perunggu,” ujar Naman Mansur.
Suasana di Lapangan Bina Remaja Pamulang ini sedikit spesial. Setidaknya, Naman mengistilahkan kembali penuh warna dengan kehadiran Iwan Rukmana, pendiri Pagustas, sekaligus ketua periode sebelumnya.
Mantan Pemain Persita era 90-an ini sudah lama absen lantaran sakit. Namun pada pekan ke-5 ini, kesehatan pemilik SSB Serpong Jaya membaik hingga bisa kembali turun ke lapangan. Hadir pula Opa Basyir, pemilik SSB Jayakarta Tangsel yang juga pendiri Pagustas.
“Sudah kangen lapangan, hitung-hitung bagian dari pengobatan,” ujar Iwan Rukmana sambil menggerakkan lengan kanannya yang masih terasa berat.











Leave a Reply