Home / Olahraga / Pagustas One Day Turnamen U-12, Dilema Pembinaan Sepakbola Usia Muda
Pagustas One Day Turnamen U-12, Dilema Pembinaan Sepakbola Usia Muda
Syahrul Munir - 25 October 2025
Cedera - Pemain sedang menjalani penanganan lantaran cedera dalam Pagustas One Day Tournament di Lapangan PCC, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (25/10/2025). (FOTO: Aktual Tangerang/Syahrul Munir)
Jalan berliku pembinaan sepakbola kelompok usia di bawah 12 tahun yang diusung Pagustas di tahun ke-15
Aktual Tangerang – Air mata tumpah di wajah pemain U-12 setelah bertabrakan dengan penjaga gawang di lapangan. Kerah jersey sedikit ditarik menutupi mulut, entar menahan rasa nyeri atau karena kesal tak bisa melanjutkan permainan.
Di lapangan sebelahnya, striker bertubuh kecil berjalan pincang sambil sesekali memegangi punggug luar kaki kanannya. Bola mata berkaca-kaca saat petugas medis menyemprotkan cairan pereda nyeri persis di bagian lutut.
Teriakan keras memberikan semangat dari tribun penonton mewarnai jalannya pertandingan Pagustas One Day Tournament kelompok umur di bawah 12 tahun atau U-12 di Lapangan PCC, Pamulang Barat, Tangerang Selatan, Sabtu (25/10/2025).
Teriakan pelatih dari pinggir lapangan pun pecah mengoreksi permainan timnya. Suara setengah berteriak itu bersautan dengan penonton di tribun.
Demikian potret suasana turnamen seharian dalam rangka ulang tahun Pagustas ke-15. Kegiatan turnamen menggandeng Aktual Tangerang sebagai media partner, terdapat 24 tim bertarung dalam turnamen seharian.
“Kalau di luar negeri, usia di bawah 12 tahun ini bermain enjoy. Tak ada teriakan pelatih di pinggir lapangan,” ujar Pemimpin Redaksi Aktual Tangerang yang juga mantan pemain sepakbola Iskandar Noer.
Ajang Latihan Mental Pemain
Celetukan ini pun menjadi diskusi spontan di tengah lapangan. Ketua Pagustas Iwan Rukmana, Sekjen Sumartin dan Naman, sebagai pelatih SSB Putra Ralin, salah satu peserta tim turnamen.
Ketua Paguyuban Sekolah Sepakbola Se-Tangerang Selatan atau Pagustas, Iwan Rukmana mengatakan turnamen seharian ini menjadi ciri khas Pagustas dalam menumbuhkan mental siswa SSB di tim masing-masing.
Selain One Day Turnamen, Pagustas juga memiliki program rutin, yakni Pagustas Soccer League (PSL). Kompetisi Pagustas mengusung konsep liga. Pelaksanaan PSL mulai bulan Januari hingga Juli.
Sedangkan One Day Tournament Pagustas dilaksanakan setelah liga selesai, tepatnya bulan September, Oktober, November. Pelaksanaan turnamen seharian ini di akhir bulan.
Iwan Rukmana menjelaskan turnamen ini menjadi ajang bagi pemain muda untuk menambah menit bermain. Sehingga tujuan dari One Day Tournament ini bukan juara.
“Kami menyelenggarakan One Day Tournament ini memang untuk memberikan pengalaman bermain pada siswa SSB,” ujar Iwan Rukmana.
Dilema Pelatih SSB
Iwan Rukmana yang juga pelatih SSB Serpong Jaya berpendapat soal dilema pelatih SSB. Tantangan orang tua siswa yang masuk terlalu dalam ke ranah pelatih itu memang dialami dihampir semua SSB.
Misalnya, kata dia orang tua protes karena anaknya masuk ke dalam Tim B, bukan Tim A. Padahal penentuan susunan pemain itu pertimbangan pelatih yang dipikirkan secara matang, agar pembinaan tim berkembang.
Namun karena di lapangan Tim B kerap kalah, sehingga orang tua protes dan meminta anak masuk ke dalam tim langganan menang.
Akhirnya, pelatih mengambil formula mencampur tim demi menampung usulan orang tua siswa. “Hasilnya setelah dicoba, enggak jalan. Ujungnya satu persatu pemain pindah klub,” ujarnya.
Suara berbeda terlontar dari Pelatih SSB Putra Ralin, Naman. Ia berbagi pengalaman akhirnya memilih berteriak di pinggir jalan saat anak binaannya bertarung.
Padahal, sebagai mantan pemain dirinya sadar tak akan memberikan beban kepada anak asuhnya di lapangan. Namun terkadang, pemahaman berbeda di dalam pikiran orang tua siswa.
“Pas kalau kalah, orang tua siswa bisa komplain. Pelatihnya diem aja sih di lapangan,” ujarnya.
Meski demikian, baik Iwan, Sutarmin dan Naman tetap berkomitmen untuk terus membina pemain usia muda demi memunculkan talenta baru dari lapangan hijau di Tangerang Selatan.
“Kami hanya meminta kepada federasi, tengoklah aktivitas ini,” ujar Iwan Rukmana.
Leave a Reply