Perbati menyiapkan lima petinju terbaik untuk Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, dengan target meraih medali.
Aktual Tangerang (BOGOR) – Pengurus Besar Persatuan Tinju Indonesia (Perbati) menyiapkan atlet untuk Asian Games 2026. Kejuaraan tersebut berlangsung di Nagoya, Jepang, mulai 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Perbati mendapat mandat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Target yang dibebankan adalah meraih medali pada ajang olahraga terbesar Asia itu.
Sekretaris Jenderal Perbati Hengky Silatang menegaskan kesiapan pihaknya menjawab kepercayaan tersebut.
“Kami menyiapkan lima petinju berdasarkan rekomendasi Tim Review Kemenpora secara objektif,” ujar Hengky.
Ia menegaskan, pemilihan atlet mengacu pada kriteria, termasuk peraih medali SEA Games.
“Tidak ada titipan atlet. Semua berdasarkan prestasi dan penilaian objektif,” tegasnya.
Lima petinju terdiri dari tiga putra dan dua putri. Mereka merupakan peraih medali SEA Games 2025 di Thailand.
Petinju putra yakni Vicky Tahumil Junior, Asri Udin, dan Maikhel Roberrd Muskita. Sementara sektor putri diwakili Nabila Maharani dan Huswatun Hasanah.
Hengky menilai seluruh atlet memiliki peluang meraih medali di Asian Games.
“Peluang terbuka, tetapi yang paling ideal Mustika dan Huswatun,” katanya.
Ia menyebut persaingan utama berasal dari negara kuat di Asia Tengah. Negara seperti Uzbekistan dan Tajikistan menjadi lawan berat.
Selain itu, Thailand dan Filipina juga patut diwaspadai.
Para atlet telah menjalani pemusatan latihan nasional sejak Februari 2026. Latihan awal digelar di HS Boxing Camp, Ciseeng, Bogor.
Selanjutnya, atlet akan menjalani latihan di Vietnam selama satu bulan. Setelah itu, mereka melanjutkan program ke Uzbekistan selama tiga bulan.
“Kami ingin menjaga fokus atlet, sehingga tidak kembali ke Indonesia,” ujar Hengky.
Ia menilai lingkungan luar negeri membantu menjaga disiplin dan kondisi atlet.
Perbati juga melakukan evaluasi ketat selama latihan dan uji tanding. “Kami ingin hasil maksimal melalui latihan disiplin dan terukur,” katanya.
Selama program, atlet didampingi pelatih kepala Kamanit Narerak dari Thailand. Pelatih lokal Patrick Timbowo dan Mathias Mandiangan turut memperkuat tim.
Dukungan gizi atlet mendapat bantuan dari Kemenpora. Program latihan juga didukung pembiayaan internal sejak Februari.
Selain atlet elite, Perbati menyiapkan petinju muda sebagai regenerasi. Sebanyak 15 hingga 16 petinju usia 19-23 tahun tengah dipersiapkan.
Mereka juga akan tampil pada Kejuaraan Asia Junior di Jakarta. Ajang tersebut direncanakan berlangsung 3–16 Juli 2026 di Senayan, Jakarta.
Hengky berharap seluruh program berjalan sesuai rencana.
“Mudah-mudahan persiapan ini menghasilkan prestasi dan membuka jalan ke Olimpiade,” ujarnya.
Ia menilai lokasi latihan yang jauh membantu menjaga konsentrasi atlet.
“Atlet tidak tergoda aktivitas luar, sehingga fokus latihan terjaga,” pungkasnya. ***











Leave a Reply