Legenda sepak bola Indonesia Elly Idris meninggal dunia Kamis (12/2/2026) pukul 15.00 WIB di RS Cinta Kasih Ciputat.
Aktual Tangerang – Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola nasional. Legenda Timnas Indonesia, Elly Idris, meninggal dunia, Kamis (12/2/2026).
Elly menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Cinta Kasih, Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan. Ia wafat pada pukul 15.00 WIB.
Kabar tersebut dibenarkan salah satu rekan dekatnya yang juga mantan pemain Timnas Indonesia juga, Berty Tutuarima.
Ia mengatakan Elly meninggal setelah menjalani perawatan intensif.
“Benar, Bang Elly sudah berpulang sore ini di RS Cinta Kasih,”ujar Berty. “Kami sangat kehilangan sosok yang berjasa besar bagi sepak bola Indonesia,” sambungnya.
Nama Elly Idris dikenal sebagai bagian penting era emas sepak bola Indonesia. Ia merupakan pemain yang bersinar pada dekade 1980-an.
Elly Idris lahir pada 4 November 1962. Ia berasal dari Pulau Buru, Maluku.
Karir profesionalnya dimulai bersama PS Jayakarta. Setelah itu, ia bergabung dengan Yanita Utama, klub asal Bogor.
Bersama Yanita Utama, performa Elly berkembang pesat. Ia membantu klub tersebut menjuarai Galatama musim 1983-1984.
Elly kembali mengantar Yanita Utama meraih gelar pada musim berikutnya. Prestasi itu membuat namanya diperhitungkan di level nasional.
Penampilan impresif Elly membawanya masuk skuad proyeksi Timnas Indonesia. Ia dipanggil untuk Pra-Piala Dunia dan SEA Games.
Setelah Yanita Utama bubar, Elly melanjutkan karirnya bersama Kramayudha Tiga Berlian. Di sana, ia kembali menorehkan prestasi.
Elly turut membawa Kramayudha meraih gelar juara selama tiga musim beruntun. Kramayudha menjadi kampiun pada 1985, 1986, dan 1987.
Konsistensi Elly membuat Pelita Jaya tertarik merekrutnya. Bersama Pelita Jaya, ia menambah koleksi prestasi.
Elly mempersembahkan tiga gelar Galatama untuk Pelita Jaya. Klub itu juara pada edisi 1988, 1989, dan 1990.
Di level tim nasional, Elly Idris juga memiliki catatan membanggakan. Ia memperkuat Timnas Indonesia pada Asian Games 1986.
Elly menjadi bagian skuad Garuda yang menembus empat besar. Pencapaian itu menjadi salah satu sejarah penting sepak bola nasional.
Elly juga tampil pada Kualifikasi Piala Dunia 1986 zona Asia. Saat itu, Timnas Indonesia dilatih Sinyo Aliandoe.
Timnas Indonesia tampil impresif pada babak grup. Indonesia menyingkirkan Thailand, India, dan Bangladesh.
Garuda melangkah ke babak akhir sebelum dihentikan Korea Selatan. Meski gagal lolos, perjuangan itu tetap dikenang.
Elly Idris menjadi bagian generasi emas Indonesia. Ia bermain bersama Rully Nere, Heri Kiswanto, dan Bambang Nurdiansyah.
Di tengah kariernya, Elly sempat menghadapi persoalan disiplin. Ia pernah menerima skorsing selama dua tahun.
Elly juga pernah mendapat sanksi PSSI terkait kasus Pra-Piala Dunia 1990. Namun, hal itu tak menghapus kontribusinya.
Elly pensiun sebagai pemain pada usia 38 tahun. Setelah itu, ia tetap berkarya sebagai pelatih.
Klub pertama yang ditanganinya adalah Persibom. Ia juga pernah melatih Persita selama dua musim.
Elly sempat dipercaya menangani Persitara pada kompetisi Liga 3 tahun 2021. Ia dikenal sebagai sosok tegas dan disiplin.
Salah satu mantan pemain yang pernah bekerja dengannya turut menyampaikan belasungkawa. Ia menyebut Elly sebagai figur yang menginspirasi.
“Beliau bukan hanya legenda, tapi juga guru bagi banyak pemain muda. Semangatnya di lapangan selalu menjadi teladan,” ujarnya.
Kepergian Elly Idris menjadi kehilangan besar bagi sepak bola Indonesia. Namanya akan terus dikenang dalam sejarah olahraga nasional. ***











Leave a Reply