Legenda Sepak Bola Sutan Harharah Meninggal Dunia

Adi Subchan - 11 April 2026

Legenda sepak bola Indonesia Sutan Harharah (kiri) meninggal dunia. Simak perjalanan kariernya sebagai pemain dan pelatih nasional. (Foto: Istimewa)
Legenda sepak bola Indonesia Sutan Harharah (kiri) meninggal dunia. Simak perjalanan kariernya sebagai pemain dan pelatih nasional. (Foto: Istimewa)

Legenda sepak bola Indonesia Sutan Harharah meninggal dunia. Simak perjalanan kariernya sebagai pemain dan pelatih nasional.

Aktual Tangerang – Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Indonesia. Legenda sepak bola nasional, Sutan Harharah, meninggal dunia, Sabtu (10/4) dini hari.

Kabar wafatnya disampaikan keluarga melalui pesan singkat. Istri almarhum, Magdalena Sarongsong, mengunggah informasi tersebut melalui status WhatsApp.

“Telah meninggal dunia Sutan Harharah pukul 01.30 WIB,” tulis Magdalena. “Semoga Allah mengampuni dan memberi kekuatan bagi keluarga,” lanjutnya.

Hingga kini, penyebab meninggalnya Sutan belum diketahui. Keluarga belum memberikan keterangan resmi terkait penyakit yang diderita.

Wafatnya Sutan Harharah juga dikabari Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) Pusat.

“Dengan segala kerendahan hati, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sutan Harhara (mantan timnas Indonesia),” tulis APSSI dalam keterangan yang beredar di grup pesan sosial.

“Semoga kenangan indah bersama almarhum menjadi penguat hati dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kemudahan dan ketabahan,” imbuh APSSI.

Profil Sutan Harharah

Sutan Harharah dikenal sebagai bek tangguh pada era 1970-an. Namanya sejajar dengan pemain besar seperti Andi Lala, Anjas Asmara, dan Iswadi Idris.

Meski berposisi sebagai pemain bertahan, ia memiliki popularitas tinggi. Permainannya dinilai komplet dan jarang dimiliki pemain lain.

Baca Juga :  Klasemen Sementara Pagustas Soccer League 2026

Ia mampu bermain sebagai libero dengan sangat baik. Sutan juga tangguh saat ditempatkan sebagai bek kanan maupun kiri.

Gaya bermainnya agresif namun tetap disiplin menjaga pertahanan. Kemampuan tersebut menjadikannya pilar penting di klub dan tim nasional.

Bersama Persija, ia menjadi tulang punggung lini belakang. Ia juga memperkuat Timnas Indonesia selama hampir delapan tahun.

Sutan dikenal sebagai pemain dengan dominasi kaki kanan. Meski demikian, ia tetap efektif bermain di kedua sisi pertahanan.

Kariernya mulai menonjol sejak bergabung dengan Jayakarta pada 1973. Penampilannya saat itu mendapat pujian dari Iswadi Idris.

Bersama Persija, Sutan meraih dua gelar juara Perserikatan. Gelar tersebut diraih pada tahun 1973 dan 1975.

Ia juga membawa tim PON DKI Jakarta menjuarai PON 1974. Di level internasional, ia turut mengantar Indonesia mengalahkan Uruguay 2-1 pada 1974.

Setelah pensiun, Sutan beralih menjadi pelatih. Ia menangani sejumlah klub seperti Persikabo, Persikota, dan PSMS.

Selain itu, ia juga melatih PSIS Semarang dan Semen Padang. Pengalamannya di sepak bola nasional sangat luas.

Baca Juga :  Wapres Gibran Dukung Kolaborasi Sepak Bola Indonesia-AS

Pada 1 Juli 2010, ia dipercaya menjadi Direktur Teknik PSSI. Jabatan tersebut menegaskan kontribusinya bagi perkembangan sepak bola Indonesia.

Jejak kariernya juga diikuti sang adik, Aun Harharah. Aun sempat memperkuat Timnas Indonesia pada era 1980-an. (Penulis: Iskandar Noer)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini