Ini Penyebab Lionel Messi Kerap Gagal Eksekusi Penalti

Adi Subchan - 14 July 2026

Lionel Messi memimpin daftar top skor Piala Dunia 2026 dengan delapan gol. Unggul atas Kylian Mbappe dan Erling Haaland yang mengoleksi tujuh gol. (Foto: REUTERS)
Lionel Messi memimpin daftar top skor Piala Dunia 2026 dengan delapan gol. Unggul atas Kylian Mbappe dan Erling Haaland yang mengoleksi tujuh gol. (Foto: REUTERS)

Profesor Geir Jordet menilai kemampuan penalti Lionel Messi hanya rata-rata. Simak analisis penyebab kegagalan penalti sang megabintang.

Aktual Tangerang – Lionel Messi dikenal sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa. Namun, catatan penaltinya dinilai belum seistimewa performa keseluruhannya.

Profesor Psikologi dan Sepak Bola Sekolah Ilmu Olahraga Norwegia, Geir Jordet, menilai kemampuan penalti Messi hanya berada di level rata-rata.

Menurut Jordet, Messi gagal mengeksekusi empat dari delapan penalti di Piala Dunia.

Catatan itu menjadikan Messi pemain pertama yang gagal dua penalti dalam satu edisi Piala Dunia.

Messi juga gagal mengeksekusi penalti saat Argentina mengalahkan Mesir 3-2 di Piala Dunia 2026.

Sepanjang kariernya, Messi mencetak 116 gol dari 150 eksekusi penalti. Artinya, ia gagal dalam 34 kesempatan. Tingkat keberhasilan penalti Messi mencapai sekitar 77 persen.

Baca Juga :  Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Inggris-Argentina Bentrok

Padahal, Messi telah mencetak 946 gol bersama Barcelona, PSG, Inter Miami, dan Argentina.

“Meskipun Messi pemain luar biasa, kemampuan penaltinya hanya rata-rata,” kata Geir Jordet.

“Kami berharap lebih, tetapi statistiknya menunjukkan kemampuan penalti yang biasa saja,” lanjutnya.

Dua Teknik Penalti Messi

Jordet menjelaskan Messi menggunakan dua teknik saat mengambil penalti.

Teknik pertama mengandalkan reaksi penjaga gawang sebelum menendang. Messi berjalan perlahan sambil mengamati pergerakan kiper.

Teknik kedua dilakukan dengan menentukan arah tendangan sejak awal.

Menurut Jordet, variasi itu membuat kiper sulit membaca pilihan Messi. Namun, masalah utama terletak pada kualitas eksekusi.

“Kemampuan membaca kiper sangat baik, tetapi eksekusi tendangannya belum maksimal,” ujar Jordet.

Baca Juga :  Argentina Bungkam Swiss 3-1, Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026

Kesalahan Saat Melawan Austria

Jordet menilai kegagalan penalti melawan Austria berasal dari kesalahan teknik. Messi tidak melakukan gerakan tipuan sebelum melepaskan tendangan.

Akibatnya, kiper lebih mudah menunggu dan membaca arah bola.

“Messi tidak membuat gerakan yang memaksa kiper bereaksi lebih awal,” kata Jordet.

Ia menambahkan Messi juga tidak fokus penuh kepada bola. Kondisi itu dinilai mengurangi akurasi tendangan.

“Karena melihat kiper, akurasi tendangannya ikut terpengaruh,” ucapnya.

Penalti Kontra Mesir

Jordet menilai kegagalan melawan Mesir disebabkan teknik berbeda. Messi langsung menentukan arah tendangan sejak awal. Cara itu membuat penjaga gawang lebih mudah membaca keputusan Messi.

“Kiper cukup bergerak lebih awal karena Messi tidak mengubah pilihannya,” jelas Jordet.

Menurutnya, teknik tersebut efektif bagi beberapa pemain. Namun, kecepatan dan akurasi tendangan Messi belum sebaik eksekutor penalti terbaik.

“Tendangannya cukup baik, tetapi tidak luar biasa,” ujar Jordet.

Masih Bisa Ditingkatkan

Jordet meyakini Messi masih mampu memperbaiki kualitas penalti.

Ia mencontohkan perkembangan teknik penalti Harry Kane dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, masalah Messi bukan tekanan pertandingan.

“Teknik penalti Messi belum sempurna,” kata Jordet. “Dia pemain luar biasa, tetapi kemampuan penaltinya masih biasa-biasa saja,” pungkasnya.

Meski demikian, pelatih Argentina Lionel Scaloni tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Messi.

“Messi akan terus mengambil penalti jika dia menginginkannya,” tegas Scaloni menjelang perempat final Piala Dunia 2026 melawan Swiss. (*)

Tag Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkait

Terkini