Erick Thohir menggandeng BPKP mengawal transformasi Kemenpora, termasuk deregulasi 191 aturan, pembinaan 17 cabang olahraga DBON, dan penguatan program kepemudaan.
Aktual Tangerang – Menpora Erick Thohir menggandeng BPKP untuk mengawal agenda transformasi di Kemenpora.
Kerja sama ini ditandai penandatanganan MoU antara Erick Thohir dan Kepala BPKP Yusuf Ateh. Penandatanganan berlangsung di Jakarta pada Selasa, 18 November 2025.
Erick menyebut pendampingan BPKP sebagai langkah strategis untuk memastikan reformasi berjalan transparan.
Ia menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam penyusunan seluruh program Kemenpora.
“Saya meminta BPKP mengawal program evaluasi dan transformasi,” ujar Erick.
191 Aturan Disederhanakan
Kemenpora, lanjut Erick, sedang menyusun ulang 191 aturan internal sebagai bagian deregulasi. Dia menyebut, penyederhanaan aturan menjadi fondasi bagi program strategis berikutnya.
Ia menyatakan kebijakan tersebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Prabowo menekankan penguatan karakter pemuda dan peningkatan prestasi olahraga nasional.
“Pembangunan karakter dan prestasi olahraga harus sejalan,” kata Erick.
17 Cabang Olahraga Prioritas DBON
Erick Thohir juga menyoroti percepatan pengembangan 17 cabang olahraga prioritas DBON. Cabang ini dipilih berdasarkan potensi prestasi Indonesia di tingkat regional dan global.
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan pembinaan setiap cabang olahraga berbeda. “Struktur pembiayaan berbeda memberi hasil berbeda,” ujarnya.
Bulu tangkis dan tenis dinilai memerlukan kompetisi sirkuit. Sementara renang membutuhkan pelatnas jangka panjang dan latihan intensif di luar negeri.
Pusat Pembinaan dan Akademi Olahraga
Erick Thohir mengungkapkan rencana pembangunan pusat pembinaan atlet nasional. Ia juga menyiapkan pendirian akademi olahraga terpadu di berbagai daerah.
“Kita ingin pembinaan terstruktur dari SD hingga atlet elite,” kata Erick.
Erick menegaskan pembangunan kepemudaan menjadi bagian penting transformasi Kemenpora.
Karang taruna dan pramuka menjadi fokus utama pembentukan karakter pemuda. “Karang taruna dan pramuka adalah fondasi penting pembangunan karakter,” ujarnya.
Ia menilai transformasi Kemenpora kompleks dan membutuhkan pengawalan sejak perencanaan.
“Pengawalan sejak dini sangat penting dalam pembangunan ekosistem olahraga,” tegas Erick.
Kepala BPKP Yusuf Ateh menyatakan siap mengawal program strategis Kemenpora.
“Kemenpora memiliki kegiatan strategis yang harus dikawal,” ujar Yusuf Ateh.
BPKP memastikan pengawasan akuntabilitas keuangan dalam seluruh program Kemenpora.
Pengawalan menyeluruh dilakukan agar transformasi Kemenpora berlangsung optimal.











Leave a Reply